Clark County Sheriff Kevin McMahill telah mengubah kebijakan pengejaran kendaraan Polisi Metropolitan Las Vegas.

Perubahan ini memungkinkan petugas mengejar pengemudi yang diduga mengemudi dalam pengaruh alkohol (DUI), mencuri kendaraan, atau menjadi subjek penyelidikan polisi yang ekstensif.

>>> FBI Sita Lebih dari 700 Drone Ilegal Selama Piala Dunia FIFA

McMahill mengatakan sebelumnya Metro tidak akan mengejar pengemudi tersebut.

Namun, pengawas kini akan memutuskan pengejaran secara kasus per kasus dengan mempertimbangkan bahaya bagi publik, kondisi jalan, cuaca, dan ketersediaan teknologi untuk melacak pelaku.

"Jika kita terus-menerus membiarkan mereka pergi, mereka akan terus melakukan kejahatan di komunitas kita," ujar McMahill.

Ia menambahkan bahwa para penjahat semakin sadar bahwa Metro sering tidak mengejar mereka jika mereka kabur begitu saja.

Selain DUI dan pencurian kendaraan, pengejaran juga diizinkan untuk apa yang disebut McMahill sebagai "subjek protokol kasus besar."

Ini mencakup individu yang terlibat dalam serangkaian kejahatan besar yang membutuhkan banyak sumber daya polisi.

McMahill mengakui perubahan kebijakan ini membawa risiko. "Ini beban berat jika saya jujur," katanya.

"Saya memahami sisi lain; banyak orang khawatir tentang cedera akibat pengejaran polisi. Itu memang sering terjadi sebelumnya."

Namun, ia menekankan pentingnya menangkap pelaku kejahatan. "Saya mencoba membawa lebih banyak tanggung jawab dalam mengelola pengejaran sambil menangkap individu yang memangsa masyarakat," ujarnya.

Teknologi dan Risiko Pengejaran

Kemajuan teknologi menjadi komponen kunci dalam perubahan kebijakan ini. McMahill menyebut penggunaan drone, helikopter, dan alat bernama "Grappler" yang dapat menghentikan kendaraan pelaku dengan cepat.

Pengejaran polisi telah menjadi topik hangat selama beberapa dekade.

Laporan San Francisco Chronicle tahun 2024 menemukan lebih dari 3.300 orang tewas dalam pengejaran polisi di AS dari 2017 hingga 2022.