Kisah cinta yang lahir dari perjuangan melawan kanker menjadi viral.

Liv Shaw (29), wanita asal Manchester, Inggris, berhasil melawan kanker dua kali dan akhirnya menikah dengan sesama penyintas.

>>> Ramalan Zodiak 17 Juli: Cancer Lebih Terbuka, Virgo Disiplin Anggaran

Liv pertama kali didiagnosis osteosarkoma, kanker tulang, saat berusia 14 tahun. Kakinya harus diamputasi di atas lutut dan ia menggunakan prostetik setelah kemoterapi.

Pada usia 23 tahun, Liv menemukan benjolan setelah patah tulang rusuk. Tumor yang diangkat ternyata positif kanker, namun tumbuh lambat sehingga hanya perlu operasi tanpa perawatan lanjutan agresif.

Tes genetik mengungkap Liv mengidap Sindrom Li-Fraumeni (LFS), kondisi langka yang meningkatkan risiko kanker hingga 70-90% seumur hidup.

Pada 2023, ia menjalani operasi pengangkatan payudara untuk pencegahan.

Liv aktif dalam penggalangan dana untuk yayasan kanker. Di situlah ia bertemu Sam, yang juga penyintas kanker dua kali.

>>> AHM Investigasi Keluhan Vario Evo 160 Baru Rusak

Mereka mulai berkencan setelah dipertemukan kembali beberapa tahun kemudian.

"Sam adalah sandaran utama saya saat melewati diagnosis kedua dan LFS. Dia selalu bisa menemukan hal lucu dan membangkitkan semangat saya," kata Liv.

Pasangan ini akhirnya menikah di Las Vegas.

Kini Liv mendukung kampanye Cancer Research UK yang fokus pada pencegahan kanker, termasuk uji klinis MILI yang meneliti metformin untuk pasien LFS.

"Perawatan saya selama ini hanya deteksi dini, bukan pencegahan. Penelitian seperti MILI sangat vital," ujar Liv.

>>> Tiga Republiken Virginia Bersaing untuk Tantang Senator Mark Warner

Ia berharap donasi dapat mewujudkan masa depan lebih cerah bagi pengidap LFS.