Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) mendesak Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Chief de Mission (CdM) untuk memberangkatkan masseur khusus bagi tim panahan selama Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya.

Sekjen Perpani, Irawadi Hanafi, menilai keberadaan 'tukang pijit' sangat krusial bagi para pemanah. Namun slot penambahan personel tim panahan saat ini sangat terbatas.

>>> Prabowo Lantik Taruna Akmil-Akpol di Istana Besok Pagi

"Nah saya ingin imbau aja kepada CDM, kami itu hanya diberi jatah 10 atlet dan 4 pelatih, tapi tidak diberikan satu orang pendamping, yaitu kalau saya perlunya adalah masseur," kata Irawadi di lapangan panahan GBK, Selasa (21/7).

Atlet panahan senior Indonesia, Riau Ega Agatha, juga menyebut keberadaan masseur langsung di area pertandingan menjadi kebutuhan mendesak.

"Untuk masseur sih kalau di pertandingan bisa lebih penting ya, karena dalam pertandingan besar itu banyak pressure tinggi, otot banyak yang tertarik juga," ujarnya.

>>> Anjing Husky Dibacok di Bekasi, Polisi Terjunkan Unit K9

Selain masseur, Perpani juga meminta penerbangan skuad panahan dimajukan ke 22 September demi adaptasi cuaca dan angin. Irawadi menilai jadwal resmi H-2 pertandingan tidak ideal untuk penyesuaian lapangan.

Irawadi juga meminta CdM Todotua Pasaribu memastikan penginapan atlet tidak di atas kapal pesiar. Pengalaman buruk sebelumnya saat atlet terdampak gelombang laut dikhawatirkan mengganggu keseimbangan fisik pemanah.

"Pengalaman atlet tidur di kapal pesiar itu juga goyang-goyang. Nah mudah-mudahan yang dapat di cruise itu yang olahraga air aja deh," ungkap Irawadi.

>>> LEGO One Piece: Teaser Perlihatkan Cuplikan Spesial Animasi Dua Bagian Netflix

Menanggapi permintaan tersebut, Todotua berjanji akan mengupayakan seluruh kebutuhan nonteknis panahan. Pihaknya siap memasukkan penyesuaian logistik dalam agenda pembahasan utama demi menjaga fokus perburuan medali.