NOC Indonesia (KOI) membuka peluang pengiriman atlet melalui jalur mandiri atau non-APBN untuk Asian Games 2026. Langkah ini ditempuh untuk menyiasati keterbatasan alokasi anggaran negara.

Meski memberi lampu hijau bagi cabang olahraga yang membiayai sendiri keberangkatannya, KOI memberikan peringatan keras terkait hak finansial.

>>> Kevin Keegan Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun

Status atlet mandiri tidak otomatis membuat mereka berhak menagih bonus dari pemerintah jika berhasil membawa pulang medali.

Sekretaris Jenderal KOI, Wijaya Noeradi, mengatakan bahwa pemerintah khawatir soal bonus jika atlet mandiri meraih medali.

"Perihal bonus, ya mereka tidak berhak nuntut, tetapi kami tidak tahu mungkin pemerintah punya pertimbangan lain," ujarnya.

KOI menilai manajemen ekspektasi ini krusial agar tidak memicu polemik tuntutan sepihak di kemudian hari.

Komitmen pembagian bonus sepenuhnya merupakan kewenangan Kemenpora dan Kemenkeu yang memiliki mekanisme birokrasi berliku.

Wijaya mengakui bahwa sistem tata kelola keuangan negara di sektor olahraga memiliki kompleksitas tinggi.

Dinamika anggaran negara sering membuat nominal dan kepastian pencairan bonus baru bisa dikunci menjelang akhir pelaksanaan ajang multi-event.

>>> Pakar Cambridge Usul Perampasan Aset Tanpa Vonis Pidana

Opsi pendanaan non-APBN ini tidak hanya disiapkan untuk Asian Games 2026, tetapi juga sebagai regulasi jangka panjang.

Skema ini dirancang untuk membangun kemandirian finansial seluruh federasi nasional di masa depan.

Untuk mencegah kekacauan administratif, KOI telah menugaskan tim kelompok kerja perumus khusus.

Tim ini bertugas menyusun standar operasional prosedur yang mengatur aspek teknis, logistik, hingga legalitas pengiriman atlet non-APBN.

Anggota Dewan Etik KOI, Anthony C. Sunarjo, mengonfirmasi penyusunan petunjuk teknis sedang dikebut bersama perwakilan cabor.

Aturan tertulis ini dinilai mendesak karena variabel regulasi mandiri membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

>>> WayV Umumkan Jadwal Comeback Agustus dan Rilis Teaser "Vision Wings"

"Pada tadi diputuskan dibentuk tim perumus untuk menyusun SOP tentang pengiriman atlet secara mandiri. Karena rumit, banyak hal yang harus dibahas bersama dengan cabor-cabor," ucap Anthony.