Ford, BlackRock, Carhartt, dan Google bergabung dalam sebuah inisiatif baru bernama Alliance for America's Skilled Trades.

Aliansi ini bertujuan membangun jalur karier bagi pekerja terampil di Amerika Serikat.

>>> Pep Boys Diakuisisi Mavis Tire Senilai Rp11 Triliun

CEO Ford Jim Farley kerap mengeluhkan sulitnya mencari tenaga kerja, terutama untuk bengkel resmi Ford.

Menurut Farley, ada lebih dari satu juta lowongan di pekerjaan kritis seperti montir, sopir truk, tukang ledeng, dan teknisi listrik.

Ia juga menyoroti kurangnya investasi pada sekolah kejuruan dan pendidikan generasi berikutnya.

Tiga Sasaran Utama Aliansi

Aliansi ini memiliki tiga tujuan utama: membangun jalur pekerjaan, menerbitkan Laporan Pekerjaan Terampil, dan memperluas kemitraan.

Dalam opini bersama, mereka menyebut sekitar 2,1 juta pekerjaan terampil bisa kosong pada 2030 di seluruh negeri.

>>> Volkswagen Diam-diam Kembangkan Prototipe SUV Amarok, Mimpi yang Belum Padam

Jumlah itu mencakup lebih dari 350.000 lowongan teknisi otomotif dan sekitar 130.000 posisi pekerja listrik.

Untuk mengatasinya, perusahaan-perusahaan ini bekerja sama mengisi ratusan ribu lowongan dengan memberikan pelatihan di 30 negara bagian.

Program ini dirancang untuk menjangkau lulusan SMA baru hingga orang dewasa yang ingin berganti karier.

Mereka juga bermitra dengan serikat pekerja, asosiasi dagang, organisasi profesional, nirlaba, dan lembaga pendidikan.

>>> Honda Pertimbangkan Pabrik Kedelapan di Amerika Utara

Namun, detail konkret mengenai langkah-langkah spesifik masih belum banyak diungkap.