Mantan dosen ITB, Ardianto Satriawan, menyoroti langkah Nanik Sudaryati Deyang yang mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dengan alasan kesehatan.

Ardianto menyindir bahwa Nanik hanya mundur dari posisi Kepala BGN, tetapi tetap menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).

>>> Pendapatan Adhi Karya Turun 18,37% di Semester I, Laba Bersih Naik

"Saya mundur dari Kepala BGN karena sakit... Tapi saya tidak mundur dari komisaris Pertamina..

," tulis Ardianto di akun X pribadinya, dikutip Rabu (22/7).

Sebelumnya, Nanik resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BGN hari ini, Rabu (22/7/2026).

Nanik menyatakan mundur karena harus fokus menjalani pengobatan penyakit jantung dan segera berangkat ke luar negeri.

>>> BEI Pantau Keras Saham JELI Akibat Anjlok Parah

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit bapak presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya, rencananya hari ini, saya berangkat," ungkap Nanik.

Informasi ini dikonfirmasi melalui unggahan media sosial Asisten Presiden serta akun Facebook pribadi Nanik. Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pengunduran diri tersebut karena prihatin dengan kondisi kesehatannya.

Status Komisaris Pertamina

Secara yuridis, Nanik masih tercatat sebagai Komisaris Independen Pertamina. Ia diangkat oleh Kementerian BUMN sejak 12 Juni 2025 melalui SK-150/MBU/06/2025.

>>> 45 Hari di BGN, Nanik Mundur: MBG Harus Dievaluasi Total

Hingga kini belum ada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) atau keputusan resmi dari Kementerian BUMN yang mencopot posisinya.