Presiden FIFA Gianni Infantino mendapat tekanan untuk mundur setelah Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diwarnai berbagai kekacauan.

Turnamen yang berakhir dengan kemenangan Spanyol atas Argentina 1-0 di Stadion New Jersey pada Senin (22/7) itu menyisakan banyak kontroversi.

>>> Dallas Stars Ikat Jason Robertson dengan Kontrak Satu Tahun Senilai $12 Juta

Sejumlah masalah mencuat, mulai dari perlakuan berbeda terhadap timnas Iran, larangan masuk wasit asal Somalia Omar Artan, hingga perubahan aturan seperti penambahan peserta dan jeda hidrasi.

Sorotan paling tajam adalah pencabutan kartu merah striker AS Folarin Balogun yang memungkinkannya bermain di babak 16 besar.

Presiden AS Donald Trump disebut menelepon Infantino untuk merekomendasikan peninjauan ulang hukuman tersebut.

>>> Dallas Stars Perpanjang Kontrak Jason Robertson Satu Tahun Senilai $12 Juta

Desakan Mundur dari Javier Tebas

Presiden La Liga Javier Tebas secara terbuka mendesak Infantino mundur. "Menurut pendapat saya, ya, saya pikir waktunya sudah habis," ujar Tebas kepada La Gazzetta dello Sport.

Tebas menilai Infantino telah menghancurkan industri sepak bola demi kepentingan sendiri. Ia menyebut Infantino seharusnya sudah lama mundur, namun mendapat dukungan dari federasi.

"Tidak ada kandidat oposisi, tidak ada yang ingin maju hanya untuk kalah. Inilah sistemnya, dan sistem ini busuk di intinya," kata Tebas.

>>> Zack Wheeler Jual Penthouse Soho Rekor 26 Juta Dolar

Ia juga mengkritik mereka yang diam meski mengetahui kerusakan yang terjadi pada sepak bola. "Saya tidak tahu mana yang lebih buruk, diam atau keterlibatan," tambahnya.