Bintang muda Timnas Spanyol, Gavi, meminta FIFA tidak menjatuhkan skorsing kepada gelandang Argentina Leandro Paredes. Permintaan itu muncul setelah insiden kericuhan di Final Piala Dunia 2026.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Amerika Utara, Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 melalui perpanjangan waktu. Namun, tensi memanas setelah peluit akhir dibunyikan.

>>> Daftar Lengkap 5 Pejabat Baru Kejagung yang Ditunjuk Prabowo

Leandro Paredes mendapat kartu merah karena mencekik pemain Spanyol. Aksi tersebut menuai kecaman dan memicu spekulasi bahwa ia bisa dihukum larangan bertanding.

Gavi: Agresivitas Bagian dari Sepak Bola

Namun, Gavi justru memberikan pandangan berbeda. Dalam wawancara dengan El Partidazo de COPE, pemain Barcelona itu mengatakan dirinya tidak merasa Paredes perlu diskors.

"Tidak, sejujurnya? Saya tidak berpikir dia harus diskors.

Saya mengerti itu bukan citra yang baik untuk anak-anak, tetapi sepak bola juga memiliki sisi yang lebih fisik, lebih agresif.

>>> Istana Tunjuk Sudaryono sebagai Kepala BGN Gantikan Nanik

Hal yang logis adalah mengusirnya selama pertandingan, dan selesai sudah," ungkap Gavi.

Gavi menegaskan bahwa emosi dan kontak fisik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sepak bola.

"Pada akhirnya, ini adalah sepak bola, dan saya pikir itu harus selalu tetap seperti itu," tambahnya.

Sikap Gavi menjadi kontras dengan panasnya situasi selepas pertandingan. Kericuhan melibatkan sejumlah pemain kedua tim dan staf pelatih harus turun tangan untuk meredakan situasi.

>>> Igor Tolic Ungkap Rahasia Persib Mudah Datangkan Pemain, Mariano Peralta Jadi Buktinya

Keributan itu tidak lepas dari kekecewaan kubu Argentina yang gagal mempertahankan gelar juara dunia. Sementara itu, Spanyol berhasil memastikan kemenangan setelah pertandingan sengit hingga babak perpanjangan waktu.