Alasan Mikasa Membunuh Eren di Ending Attack on Titan
Banyak penggemar Attack on Titan (AoT) yang masih bertanya-tanya mengapa Hajime Isayama memilih akhir cerita dengan Mikasa membunuh Eren.
Padahal, keduanya terlihat sangat cocok dan seharusnya mendapatkan happy ending.
>>> Sinopsis dan Link Nonton Great Teacher Onizuka 2026, Sekuel Terbaru GTO
Untuk memahami keputusan tersebut, perlu melihat perjalanan panjang para anggota Survey Corps, khususnya Korps Latihan ke-104.
Titik balik terjadi saat plot cerita berbelok setelah arc "Return to Shiganshina" dan memasuki arc kedelapan.
Transformasi Eren Menjadi Antagonis
Perubahan terbesar terjadi pada Eren. Dari pembawa harapan Pulau Paradis, ia berubah menjadi sosok bencana yang memicu Rumbling.
Eren memanfaatkan darah bangsawan Zeke untuk mengaktifkan Rumbling, didukung kekuatan Shingeki no Kyojin yang bisa mengatur masa depan.
Hal ini menciptakan super villain yang banyak dikritik penggemar.
Penolakan Mikasa untuk Membunuh Eren
Ide membunuh Eren sebenarnya sudah diajukan beberapa kali. Di Chapter 108, Connie menyebutkan bahwa kematian Eren harus dipertimbangkan.
Di Chapter 127, Annie bertanya langsung pada Mikasa apakah ia siap membunuh Eren. Mikasa selalu menolak dan ingin mencari cara non-lethal.
>>> Link Nonton Manis Di Bibir Episode 5 dan Bocoran Sinopsisnya
Namun, di Chapter 133, Eren sendiri mengatakan bahwa satu-satunya cara menghentikan Rumbling adalah dengan membunuhnya.
Keputusan Mikasa di Pertempuran Final
Di Chapter 138, saat pertempuran final di Fort Salta, Eren membawa Mikasa ke dalam Paths. Alih-alih di padang pasir, ia dibawa ke alternate timeline.
Di timeline itu, Mikasa menjalani empat tahun hidup berdua dengan Eren. Eren mengatakan bahwa realitas ini akan terjadi jika Mikasa berani menyatakan cintanya saat mereka tiba di Marley.
Setelah kembali ke dunia nyata, Mikasa tahu posisi Eren. Dengan bantuan Levi, ia menuju mulut Colossus Titan dan menebas kepala Eren sambil memberikan kecupan terakhir.
Analisis dan Teori Komunitas
Komunitas AoT memiliki beberapa teori mengapa Mikasa akhirnya membunuh Eren. Pertama, Mikasa ingin menyatakan cintanya yang selama ini terpendam.
Kedua, setelah mengalami empat tahun di alternate timeline, Mikasa merasa puas dan rela melepaskan Eren. Ia juga percaya bahwa Eren menghendaki dirinya untuk mengakhiri hidupnya.
>>> Gubernur DKI Minta Maaf SDN Kebayoran Lama Roboh Terbengkalai 2 Tahun
Pesan terakhir Eren untuk Mikasa adalah melupakannya. Dengan menebas kepala Eren, Mikasa memenuhi keinginan tersebut dan menghentikan Rumbling selamanya.
Update Terbaru
Arizona Diamondbacks Panggil Kohl Drake untuk Debut MLB
Rabu / 22-07-2026, 16:01 WIB
Colman Domingo Sindir Kritik Rasial terhadap Casting Lupita Nyong'o di The Odyssey
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
Jay Feely Raih Nominasi Partai Republik untuk Distrik Pertama Arizona
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
BGN Temukan SPPG Miliki Dua Virtual Account, Dana Rp311 Miliar Dikembalikan
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM, Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
Cholil ERK dan Eka The Brandals Masuk Badan Pengawas dan Pengurus KontraS
Rabu / 22-07-2026, 16:00 WIB
Toluca Jamu Pumas di Apertura 2026, Catat Rekor Tak Terkalahkan
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB
Hulu Rilis Dokumenter tentang Kaitan Keluarga Charles Manson
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB
Modernisasi Pabrik Aspal di Taiwan Jadi Contoh Infrastruktur Berkelanjutan untuk Asia
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB
Nanik Ganti Nomor HP Usai Mundur dari BGN: Capai Diteror
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB
Iran Kembali Serang Pangkalan AS di Kuwait, Target Depot Amunisi
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB
FIFA Raup Rp268 Triliun dari Piala Dunia 2026
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB
Warga Bandung Pesan 3 Ojol untuk Antisipasi Begal, Ada yang Minta Dikawal Polisi
Rabu / 22-07-2026, 15:56 WIB
Menperin Agus Gumiwang: P3DN Bisa Tambah Rp627 Triliun ke Ekonomi
Rabu / 22-07-2026, 15:55 WIB







