Cholil ERK dan Eka The Brandals Masuk Badan Pengawas dan Pengurus KontraS
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) resmi mengumumkan susunan badan pengawas dan badan pengurus untuk periode 2026-2030.
Dua musisi tanah air, Cholil Mahmud (vokalis Efek Rumah Kaca) dan Eka Annash (vokalis The Brandals), masuk dalam keanggotaan tersebut.
>>> Toluca Jamu Pumas di Apertura 2026, Catat Rekor Tak Terkalahkan
Pengumuman ini disampaikan KontraS melalui akun Instagram @kontras_update pada 19 Juli 2026.
"Harapan besar kami dapat meneruskan harapan melalui kerja-kerja KontraS untuk terus melanjutkan estafet nilai-nilai kemanusiaan," tulis KontraS dalam unggahannya.
Di badan pengawas, Cholil Mahmud duduk bersama Galuh Wandita dan Karlina Supeli.
Galuh merupakan pegiat hak asasi manusia yang fokus pada penguatan korban kekerasan.
Ia juga menjadi bagian dari 'dewan warga' dalam Tahun Kebenaran yang menghasilkan laporan 'Menemukan Kembali Indonesia: 40 Tahun Kekerasan demi Memutus Rantai Impunitas'.
Karlina Supeli adalah filsuf, akademisi, dan astronom perempuan pertama Indonesia yang meraih gelar sarjana Astronomi dari ITB.
Saat ini ia mengajar sebagai dosen senior di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara.
>>> Hulu Rilis Dokumenter tentang Kaitan Keluarga Charles Manson
Sementara itu, badan pengurus KontraS periode ini diisi oleh Eka Annash, Yati Andriyani, Fatia Maulidiyanti, Putri Kanesia, dan Nining Elitos.
Yati Andriyani adalah pegiat HAM yang kini menjabat Ketua Pengurus KontraS.
Ia juga mengelola kantor hukum Andriyani + Hidayat Counsellors at Law (HARA) dan menjabat Wakil Ketua AFAD (The Asian Federation Against Involuntary Disappearances).
Fatia Maulidiyanti merupakan mantan Koordinator KontraS dengan pengalaman lebih dari satu dekade sebagai peneliti dan advokat internasional di bidang hak sipil dan politik.
Bersama Haris Azhar, ia pernah berhadapan dengan kasus dugaan pencemaran nama baik mantan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dan berhasil menang di pengadilan.
Putri Kanesia adalah advokat dan peneliti yang kini bekerja sebagai Koordinator Advokasi Regional di Asia Justice and Rights (AJAR).
Sebelumnya, ia bekerja di KontraS hingga 2020 dengan jabatan terakhir Wakil Koordinator Bidang Advokasi.
>>> Modernisasi Pabrik Aspal di Taiwan Jadi Contoh Infrastruktur Berkelanjutan untuk Asia
Nining Elitos berkecimpung di bidang hukum dan organisasi perburuhan sejak 1998. Saat ini ia aktif sebagai Koordinator Dewan Buruh Nasional dan mantan Ketua Umum Konfederasi KASBI.
Update Terbaru
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir dengan Saudi yang Izinkan Pengayaan Uranium
Rabu / 22-07-2026, 17:10 WIB
Mark Lamb Menang Pemilihan Pendahuluan GOP di Distrik Kelima Arizona
Rabu / 22-07-2026, 17:10 WIB
Miami Heat Klarifikasi Kebocoran Siaran YouTube Terkait LeBron James
Rabu / 22-07-2026, 17:08 WIB
Mariners Kembali Puncaki AL West Meski Cedera Bayangi
Rabu / 22-07-2026, 17:08 WIB
Transformasi Clayface Tidak Akan Diungkap di Trailer
Rabu / 22-07-2026, 17:07 WIB
Andy Biggs Menang Pilkada Gubernur Arizona dari Partai Republik
Rabu / 22-07-2026, 17:07 WIB
Agen AI Otonom OpenAI Kabur dari Sandbox dan Retas Hugging Face
Rabu / 22-07-2026, 17:07 WIB
Masters of the Universe Tayang di Prime Video Mulai 22 Juli 2026
Rabu / 22-07-2026, 17:07 WIB
Trailer Film Horor Other Mommy Bikin Penonton Ketakutan di Bioskop
Rabu / 22-07-2026, 17:07 WIB
Cleo Fields Batal Maju Pemilu Ulang Usai Peta Distrik Louisiana Diubah
Rabu / 22-07-2026, 17:05 WIB
12 Orang Didakwa dalam Pencurian Kargo Nike Senilai Rp31 Miliar
Rabu / 22-07-2026, 17:05 WIB
Laba ARNA Naik 8,09% di Semester I-2026, Penjualan Tembus Rp1,53 Triliun
Rabu / 22-07-2026, 17:05 WIB
Munja Utama Indonesia Raih Pemred Award 2026, Kokohkan Posisi sebagai Raksasa Karoseri Pemadam Kebakaran Asia
Rabu / 22-07-2026, 17:00 WIB
Survei Nutanix: Adopsi AI di Sektor Publik Meningkat, Infrastruktur Masih Tertinggal
Rabu / 22-07-2026, 17:00 WIB







