Sebanyak 12 orang didakwa oleh dewan juri federal atas keterlibatan mereka dalam skema pencurian kargo Nike senilai lebih dari $2 juta.

Pencurian terjadi di Pusat Logistik Nike Amerika Utara di Memphis, Tennessee, sebagaimana diumumkan pejabat federal pada 21 Juli 2026.

>>> Laba ARNA Naik 8,09% di Semester I-2026, Penjualan Tembus Rp1,53 Triliun

Menurut jaksa federal, para terdakwa beroperasi antara Juli 2021 hingga 19 Juni 2024. Mereka mencegat produk bernilai tinggi dan mendistribusikannya ke seluruh negeri.

Semua 12 tersangka didakwa dengan konspirasi untuk mengangkut barang curian antar negara bagian. Satu terdakwa juga menghadapi dakwaan tambahan terkait pengangkutan barang curian antar negara bagian.

Peran Terdakwa dalam Skema Pencurian

Manajer lantai gudang Michael Perkins diduga menyelundupkan label pengiriman UPS ke dalam fasilitas dan memberikannya kepada rekan kerja.

Mereka termasuk Julian Baker, Cortez Spencer, Roderico McClellan, dan Damon Johnson.

Para karyawan tersebut menempelkan label pada karton inventaris tertentu. Sementara itu, tersangka Keith Cannon membuat label pengiriman palsu yang ditujukan ke lokasi di Wisconsin dan Indiana.

Cadarian Mack menggunakan platform online dan PayPal untuk menjual sepatu curian. Reseller Joel Deluna, Bereket Abraham, dan Jorge Cuellar diduga memasok label atau membeli sepatu dalam jumlah besar.

Roy Harvey Jr. membuat dokumen pengiriman dan menjual kembali barang dagangan.

Kasus ini diselidiki oleh kantor FBI di Nashville, Chicago, dan Los Angeles, dan ditangani oleh Hakim Pengadilan Distrik Amerika Serikat Thomas L.

>>> Munja Utama Indonesia Raih Pemred Award 2026, Kokohkan Posisi sebagai Raksasa Karoseri Pemadam Kebakaran Asia

Parker.

Jaksa AS D. Michael Dunavant menekankan dampak pada logistik regional.