Anhedonia: Gejala Depresi yang Terabaikan dan Cara Baru Mengobatinya

Depresi sering digambarkan sebagai pertarungan melawan kesedihan.
Namun bagi jutaan orang, gejala yang paling melumpuhkan adalah sesuatu yang lain: hilangnya kemampuan untuk merasakan emosi positif.
Fenomena ini disebut anhedonia, yang memengaruhi hampir 90% orang dengan depresi berat. Hidup terasa seperti dalam mode bisu—kegembiraan, kesenangan, dan antisipasi akan hal menyenangkan seakan lenyap.
Anhedonia tidak hanya terjadi pada depresi, tetapi juga pada gangguan kecemasan, stres pascatrauma, kecanduan, dan skizofrenia.
Ketika anhedonia muncul, penyembuhan menjadi lebih sulit dan penyakit sering berlangsung lebih lama.
Kondisi ini juga merupakan faktor risiko signifikan untuk perilaku bunuh diri. Namun, pengobatan standar jarang menanganinya secara langsung, lebih fokus pada mengurangi perasaan negatif.
Terapi Baru: Mengembalikan Kegembiraan
Sebuah studi terbaru di JAMA Network Open oleh psikolog dari Southern Methodist University dan UCLA menunjukkan adanya perubahan.
Alih-alih hanya mengurangi perasaan negatif, mereka mencoba meningkatkan perasaan positif secara langsung.
Selama puluhan tahun, pengobatan depresi berfokus pada mengurangi hal-hal buruk—kesedihan, kecemasan, keputusasaan. Namun banyak pasien melaporkan tujuan inti yang berbeda: menemukan kembali sensasi menyenangkan.
Alicia Meuret, kepala Pusat Penelitian Kecemasan dan Depresi SMU, menyoroti perbedaan penting: “Ada perbedaan antara merasa tidak berdaya dan merasa putus asa.
Ketidakberdayaan masih menyisakan keinginan untuk mengubah sesuatu, sementara keputusasaan menghapus keyakinan bahwa perubahan mungkin terjadi.”
Peneliti mengembangkan Positive Affect Treatment (PAT).
Alih-alih berfokus pada apa yang salah, PAT menyoroti sistem penghargaan otak—sirkuit yang memungkinkan kita menantikan pengalaman baik, menikmatinya, dan belajar dari apa yang membawa kegembiraan.
Update Terbaru
Anak Sering Sakit Perut dan Susah BAB? Ini Solusi dari Pakar Gastro
Rabu / 22-07-2026, 18:50 WIB
NewJeans Beri Sinyal Comeback tanpa Danielle, Agensi Buka Suara
Rabu / 22-07-2026, 18:50 WIB
Sarwendah Pilih Pindah dari Rumah Mewah Usai Didatangi Debt Collector
Rabu / 22-07-2026, 18:49 WIB
Garmin Akuisisi TrainingPeaks dan TrainHeroic, Perkuat Ekosistem Pelatihan Digital
Rabu / 22-07-2026, 18:49 WIB
10 Model Kacamata untuk Wajah Bulat agar Tampak Lebih Tirus
Rabu / 22-07-2026, 18:49 WIB
Sunscreen Tak Cocok di Wajah? Jangan Dibuang, Ini Cara Memanfaatkannya dengan Aman
Rabu / 22-07-2026, 18:49 WIB
Serum Bakuchiol untuk Apa? Ini 4 Rekomendasinya agar Wajah Awet Muda dan Glowing
Rabu / 22-07-2026, 18:49 WIB
Panduan Bayar Pajak Motor Secara Online 2026, Praktis Lewat Aplikasi SIGNAL
Rabu / 22-07-2026, 18:49 WIB
Jeff Bezos Didekati Gabung Konsorsium Pembeli Saham Liverpool, Valuasi Tembus US$6 Miliar
Rabu / 22-07-2026, 18:46 WIB
Ini Daftar Lengkap Pejabat Baru Kejaksaan Agung, Kuntadi Isi Posisi Jampidsus
Rabu / 22-07-2026, 18:46 WIB
Ketidakpastian Global Meningkat, Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2026 Diproyeksi 3 Persen
Rabu / 22-07-2026, 18:45 WIB
Anggaran Perang AS Melawan Iran Membengkak Jadi Rp671,5 Triliun
Rabu / 22-07-2026, 18:45 WIB
Moto Pad 70 Groove Resmi Meluncur di India pada 31 Juli, Unggulkan Audio JBL 9 Speaker
Rabu / 22-07-2026, 18:45 WIB
Cuktech Luncurkan Pengisi Daya Mobil 90W dengan Kabel USB-C Tarik dan Nirkabel 15W
Rabu / 22-07-2026, 18:45 WIB







