>>> Atletik Masukkan Kuroda-Grauer dan Leiter ke IL

Dalam lima belas sesi, tujuannya adalah memulihkan perasaan gembira, bermakna, motivasi, dan kepekaan terhadap penghargaan. Program PAT bersifat praktis, melatih ulang “sistem positif” otak.

Pasien mengerjakan latihan untuk terhubung kembali dengan aktivitas yang bermanfaat, mengarahkan perhatian pada pengalaman positif, dan membangun kebiasaan seperti rasa syukur, menikmati momen saat ini, atau berbuat baik.

Tidak seperti pengobatan konvensional yang berfokus pada suasana hati negatif, PAT sepenuhnya mendorong perasaan positif.

Hasilnya, pasien membaik baik dari sisi positif maupun negatif, meskipun terapi tidak menangani negativitas secara langsung.

Hasil Awal: Menjanjikan namun Perlu Konfirmasi

Uji klinis acak melibatkan 98 orang dewasa dengan anhedonia, depresi, dan kecemasan parah.

Mereka yang menerima PAT menunjukkan perbaikan klinis lebih besar dibandingkan terapi tradisional yang berfokus pada negatif—dan keunggulan itu masih terlihat sebulan kemudian.

Pasien mengalami penurunan gejala depresi dan kecemasan yang jelas, terutama didorong oleh perubahan cara otak memproses penghargaan dan ancaman.

Studi ini melacak perubahan dalam tiga dimensi: antisipasi dan motivasi, respons setelah menerima penghargaan, dan pembelajaran berbasis penghargaan.

Para peneliti mencatat bahwa hasil ini berasal dari satu uji coba berukuran sedang, sehingga diperlukan lebih banyak studi untuk mengonfirmasinya.

Namun, bagi tim peneliti, menangani sistem penghargaan otak yang kurang berfungsi adalah kunci untuk mengurangi risiko utama yang terkait dengan depresi dan kecemasan, termasuk kekambuhan dan bunuh diri.

Seperti yang diungkapkan Alicia Meuret: tidak cukup hanya menghilangkan hal buruk.

>>> Polisi Olah TKP Ledakan Rumah Grand Polonia Medan, Tiga Tewas

“Pengobatan juga harus mengeksplorasi apakah suatu aktivitas benar-benar terasa bermakna bagi orang tersebut, membawa kegembiraan atau rasa pencapaian, dan membantu membangun hubungan dengan orang lain.”