Iran disebut menyembunyikan fasilitas nuklir termasuk sentrifus pengayaan uranium dengan kedalaman 100 meter di bawah Pegunungan Pickaxe, Kota Natanz.

Fasilitas tersebut menjadi incaran Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk dibombardir.

>>> Palworld Tembus 30,5 Juta Kopi Terjual, Raup Pendapatan $700 Juta

Salah satu target yang akan dihancurkan adalah gerbang depan fasilitas penyimpanan uranium yang dikayakan Iran di gugus Pegunungan Pickaxe.

Sentrifus pengayaan uranium itu tepat berada di bawah gunung Kuh-e Kolang Gaz La. Kolang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Pickaxe berdasarkan Institut Sains dan Keamanan Internasional (ISIS).

Pembangunan fasilitas tersebut dimulai pada 2020.

Saat itu Iran menyatakan kepada Badan Energi Atom Internasional PBB bahwa fasilitas itu sebagai masa depan untuk merakit sentrifugal yang membuat pembangkit energi dari nuklir.

Fasilitas bawah tanah itu dianggap masih menjadi misteri yang belum bisa dibongkar luar.

Tidak ada informasi mengenai skema fasilitas itu yang tersedia secara umum dan para ahli hanya bisa memperkirakannya melalui satelit.

Melalui citra-citra ini, ISIS mengatakan dalam sebuah laporan baru-baru ini, "kita tahu bahwa fasilitas tersebut memiliki beberapa kompleks terowongan, perimeter keamanan yang besar, dan pintu masuk yang telah diperkuat dengan beton untuk perlindungan dari potensi serangan udara."

Para ahli meyakini bahwa fasilitas di pegunungan Pickaxe itu belum beroperasi dan masih dalam proses pengerjaan.

Upaya-upaya tersebut kemungkinan telah meningkat dalam setahun terakhir, dengan pembangunan yang meningkat setelah Israel dan AS menargetkan fasilitas nuklir Iran lainnya pada Juni 2025.

>>> Tito Sebut Pelibatan Swasta Akan Optimalkan Program Perumahan Rakyat

Di antara fasilitas yang diserang adalah kompleks pengayaan uranium Natanz, hanya beberapa mil dari Gunung Pickaxe.