Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyampaikan pernyataan tegas mengenai Iran di hadapan para Menlu ASEAN dalam pertemuan di Manila, Rabu (22/7).

Rubio menilai Iran tidak serius dalam melakukan negosiasi dengan AS untuk menghentikan perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

>>> Ibu Korban KM Nurul Salsa Lapor Polisi, Minta Kelalaian Diusut

Ia juga menekankan bahwa Iran membahayakan Selat Hormuz karena ambisi mereka menguasai jalur penting minyak dunia tersebut.

AS Tetap Buka Peluang Dialog

"Amerika Serikat tetap terbuka dan bersedia untuk terlibat dalam negosiasi dan diskusi yang positif dan konstruktif, asalkan komitmen yang telah dibuat dihormati," ujar Rubio, dikutip dari Al Jazeera.

"Masalah yang kita hadapi saat ini adalah mereka tidak serius dalam berdialog. Jika mereka serius, kami juga serius.

Jika tidak, maka kami akan melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi kepentingan kami dan juga kepentingan sekutu kami," tambahnya.

Rubio mengingatkan bahaya jika Iran mengendalikan Selat Hormuz bagi pasokan energi global.

"Jika kita menciptakan preseden di Timur Tengah di mana sebuah negara dapat memutuskan untuk mengendalikan jalur air internasional, mengenakan biaya tol, dan meledakkan kapal Anda jika Anda tidak membayar, kita telah menciptakan preseden yang sangat berbahaya yang akan terulang di bagian lain dunia, termasuk kawasan ini (Asia Tenggara)," kata Rubio, dikutip dari Channel News Asia.

>>> Pikiran Fresh Kunci Fajar/Fikri Lolos 16 Besar China Open 2026

"Pada intinya, ini sangat sederhana. Iran menuntut hak yang tidak mereka miliki berdasarkan mekanisme hukum untuk mengendalikan lalu lintas melalui Selat Hormuz.

Ada prinsip mendasar tentang kebebasan navigasi yang terancam. Hal itu tidak boleh dibiarkan terjadi," ia menambahkan.

Rubio juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Menlu China Wang Yi setelah forum Menlu ASEAN di Manila.

Sebelumnya, para Menlu ASEAN menyampaikan kekhawatiran serius atas perang AS dan Iran yang tak kunjung selesai, yang berakibat pada penutupan Selat Hormuz.

ASEAN disebut menjadi pihak yang terpukul karena ketergantungan hingga 60 persen terhadap jalur tersebut.

>>> Film Anime To You in the Beyond Rilis Trailer Utama, Visual, dan Tambahan Pemeran

"Kami sangat prihatin bahwa perkembangan ini sangat melemahkan upaya yang sedang dilakukan oleh para mediator utama dan mengurangi prospek penyelesaian damai melalui dialog dan diplomasi," demikian pernyataan bersama para Menlu ASEAN.