Perdana Menteri Inggris Andy Burnham memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk menggunakan sejumlah pangkalan militer Inggris di Timur Tengah dalam operasi militer melawan Iran.

Keputusan ini diambil setelah rapat para menteri senior dan pejabat keamanan sebelum Burnham resmi dilantik pada Senin (20/7).

>>> Polisi: Tak Ada CCTV Rekam Penculikan Atlet Golf Jesslyn

Setelah dilantik, Burnham menerima laporan hasil rapat tersebut dan mendukung kebijakan itu, demikian dikutip dari i24 News.

Pangkalan yang Disetujui

Pemerintahan Inggris sebelumnya telah menyetujui penggunaan Pangkalan Diego Garcia di Samudra Hindia dan Pangkalan Angkatan Udara Fairford oleh AS dalam perang melawan Iran.

Langkah ini berarti pangkalan-pangkalan Inggris diprediksi turut mendukung operasi AS yang baru-baru ini menggempur Iran.

Namun, keputusan tersebut tidak disambut tanpa kritik.

>>> Rupiah Lunglai ke Level Rp17.917 per Dolar AS Sore Ini

Burnham mendapat tekanan dari pihak oposisi yang menilai langkah itu bisa membuat Inggris berisiko terlibat konflik di Timur Tengah.

Pembicaraan dengan Trump

Burnham juga berbicara dengan Trump melalui telepon untuk membahas situasi terkini. Dalam perbincangan itu, ia menegaskan komitmen Inggris untuk melindungi keamanan maritim di Selat Hormuz.

Trump menggambarkan percakapan tersebut sebagai sangat positif dan produktif. Ia menyebutkan bahwa mereka membahas hubungan luar biasa yang sudah terjalin dengan Inggris.

"Kami akan bertemu dalam waktu dekat untuk membahas topik yang saling menguntungkan," kata Trump di media sosialnya, Social Truth, pada Selasa (21/7).

>>> Emirates Luncurkan Sandaran Kepala U-Dream untuk Tidur Nyenyak di Kelas Ekonomi

Selain itu, Trump mengatakan mereka juga membahas minyak laut utara, perdagangan, aliansi militer, dan pembersihan ranjau di Selat Hormuz.