Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong agar Tegal Business Forum 2026 mampu menghasilkan kesepakatan usaha, kerja sama, dan komitmen investasi yang konkret bagi pengembangan ekonomi Kota Tegal dan sekitarnya.

Hal itu disampaikan Luthfi saat menghadiri Tegal Business Forum 2026 di Shangri-la Land Convention Hall, Kota Tegal, Selasa (21/7).

>>> 45 PP Couple Terpisah Hitam Putih Keren untuk Tampil Kompak di Medsos

Forum yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan perbankan itu diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian daerah.

"Business forum harus berorientasi pada hasil, jangan hanya orientasi kegiatan.

Harus ada yang dijual kepada pelaku usaha, kemudian ada MoU atau kerja sama, sehingga hasilnya jelas dan dapat diukur," kata Luthfi di sela acara.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan perbankan penting untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di tengah keterbatasan fiskal pemerintah.

Ia mengingatkan, sekitar Rp23 triliun APBD Jateng harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan 35 kabupaten dan kota, mulai dari pelayanan dasar hingga pembangunan infrastruktur.

Karena itu, pemerintah daerah tidak dapat hanya mengandalkan anggaran pemerintah.

"Di tengah geopolitik dunia dan keterbatasan fiskal, pejabat publik harus kreatif mencari sumber pertumbuhan baru. Caranya dengan menumbuhkan ekonomi baru di wilayah melalui investasi dan kolaborasi," ujar Luthfi.

Luthfi juga mendorong setiap kawasan eks-karesidenan memiliki pusat pertumbuhan ekonomi yang saling terhubung.

Kota Tegal, misalnya, dapat menjadi hub pertumbuhan ekonomi di wilayah Tegal Raya dengan dukungan Kabupaten Tegal dan Brebes.

Terlebih, Kota Tegal mempunyai kekuatan di sektor maritim, perdagangan, jasa, kuliner, dan kewirausahaan.

Potensi tersebut harus dikemas dan ditawarkan secara konkret kepada investor.