Anak Sering Sakit Perut dan Susah BAB? Ini Solusi dari Pakar Gastro

Orang tua pasti cemas jika anak sering mengeluh sakit perut, mual, sulit buang air besar (BAB), atau berat badannya sulit naik.
Gejala ini tidak boleh diabaikan karena sistem pencernaan anak belum sematang orang dewasa.
>>> NewJeans Beri Sinyal Comeback tanpa Danielle, Agensi Buka Suara
Konsultan Gastroenterohepatologi Anak dari Eka Hospital MT Haryono, Dr. dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp. A (K), menekankan bahwa pencernaan anak memiliki keunikan tersendiri.
Penanganan dini sangat penting untuk mencegah gangguan tumbuh kembang.
"Pencernaan anak bukan sekadar versi kecil dari orang dewasa, tapi ia memiliki keunikan yang butuh penanganan spesifik.
Penanganan dini hari ini adalah perlindungan terbaik untuk tumbuh kembangnya di masa depan," ujar Dr. dr. Eva di Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).
Gangguan Pencernaan yang Sering Terjadi pada Anak
Menurut Dr. dr. Eva, ada beberapa penyakit dan gangguan pencernaan yang paling sering ditangani dokter gastro anak.
Pertama, konstipasi kronis yang dipicu pola makan kurang serat atau faktor psikologis.
Kedua, diare akut dan kronis akibat infeksi atau intoleransi makanan. Ketiga, GERD pada anak yang menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan dan memicu mual muntah.
>>> Garmin Akuisisi TrainingPeaks dan TrainHeroic, Perkuat Ekosistem Pelatihan Digital
Keempat, alergi makanan dan intoleransi laktosa yang memicu gangguan perut. Kelima, gangguan penyerapan nutrisi (malabsorpsi) yang membuat berat badan anak sulit naik meski sudah makan banyak.
Peran Pola Makan dalam Kesehatan Pencernaan Anak
Pola makan menjadi kunci utama, baik untuk pencegahan maupun terapi gangguan pencernaan anak. Dr. dr. Eva menekankan pentingnya orang tua mengatur asupan makanan sehari-hari.
"Saluran pencernaan anak adalah motor utama penyerapan nutrisi mereka.
Dengan konsisten mengatur jenis makanan, porsi, hingga jadwal kebiasaan harian, orang tua tidak hanya menyembuhkan gangguan yang ada, tetapi juga membangun benteng pencegahan," jelasnya.
Langkah nyata yang bisa dilakukan antara lain mencukupi kebutuhan serat dan air putih untuk mencegah konstipasi.
Batasi makanan olahan ultra-processed yang tinggi gula, garam, dan pengawet karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus.
Perhatikan gejala alergi seperti kembung atau diare setelah konsumsi susu sapi atau makanan tertentu. Catat dan konsultasikan ke dokter untuk eliminasi diet yang tepat.
>>> 10 Model Kacamata untuk Wajah Bulat agar Tampak Lebih Tirus
Selain itu, biasakan jadwal makan teratur agar sistem pencernaan bekerja lebih stabil.
Update Terbaru
Bagaimana Nyamuk Memilih Korbannya di Pesta Malam Anda
Rabu / 22-07-2026, 19:29 WIB
Mengintip Kehidupan Malam di Kanopi Hutan dengan Kamera Termal
Rabu / 22-07-2026, 19:29 WIB
Bukan Kali Pertama: Sidang Kabinet Selalu Punya Momen yang Bikin Gibran Jadi Sorotan
Rabu / 22-07-2026, 19:28 WIB
Mantan Kapuspenkum Kejagung Ditempatkan di BGN untuk Awasi Program MBG
Rabu / 22-07-2026, 19:28 WIB
Saham Grup Barito Melonjak, Prajogo Pangestu Kembali Jadi Orang Terkaya Indonesia
Rabu / 22-07-2026, 19:28 WIB
Bahlil, 'Titipan' Jokowi di Kabinet Prabowo: Gestur Kontroversial ke Gibran
Rabu / 22-07-2026, 19:28 WIB
Honor Pad X9 Max Resmi di Inggris: Layar 13 Inci 120Hz, Baterai 10.100 mAh
Rabu / 22-07-2026, 19:28 WIB
Ayu Ting Ting Mulai Go Public, Pamer Kedekatan dengan Kevin Gusnadi
Rabu / 22-07-2026, 19:28 WIB
NewJeans Beri Sinyal Comeback tanpa Danielle, Agensi Buka Suara
Rabu / 22-07-2026, 18:50 WIB
Sarwendah Pilih Pindah dari Rumah Mewah Usai Didatangi Debt Collector
Rabu / 22-07-2026, 18:49 WIB
Garmin Akuisisi TrainingPeaks dan TrainHeroic, Perkuat Ekosistem Pelatihan Digital
Rabu / 22-07-2026, 18:49 WIB
10 Model Kacamata untuk Wajah Bulat agar Tampak Lebih Tirus
Rabu / 22-07-2026, 18:49 WIB
Sunscreen Tak Cocok di Wajah? Jangan Dibuang, Ini Cara Memanfaatkannya dengan Aman
Rabu / 22-07-2026, 18:49 WIB
Serum Bakuchiol untuk Apa? Ini 4 Rekomendasinya agar Wajah Awet Muda dan Glowing
Rabu / 22-07-2026, 18:49 WIB







