Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa nyamuk lebih sering menggigit satu orang dibanding yang lain di pesta malam? Jawabannya terletak pada indra penciuman yang sangat tajam.

Nyamuk harimau betina (Aedes albopictus) adalah spesies yang aktif di siang hari, terutama saat senja. Setelah dibuahi, mereka membutuhkan protein dari darah untuk mematangkan telurnya.

>>> Mengintip Kehidupan Malam di Kanopi Hutan dengan Kamera Termal

Para ilmuwan telah mengetahui selama lebih dari seratus tahun bahwa nyamuk tertarik pada karbon dioksida (CO₂) yang dihembuskan manusia.

Namun, faktor lain juga berperan.

Bukan golongan darah, warna kulit, atau warna rambut yang menentukan sasaran. Yang paling penting adalah campuran molekul yang dihasilkan oleh mikrobioma kulit.

Manusia mengeluarkan antara 300 hingga 1.000 molekul aroma berbeda. Peneliti baru mulai mengidentifikasi molekul mana yang paling menarik bagi nyamuk.

Nyamuk Anopheles, misalnya, lebih tertarik pada manusia yang minum bir. Suhu tubuh yang meningkat membuat mereka mengeluarkan lebih banyak CO₂ dan aroma kulit yang lebih kuat.

Strategi Serangan Nyamuk Harimau

Nyamuk harimau terbang rendah, merayap di dekat tanah. Mereka mendekati pergelangan kaki dan menggunakan mata untuk membedakan kulit dari kaus kaki.

>>> Bukan Kali Pertama: Sidang Kabinet Selalu Punya Momen yang Bikin Gibran Jadi Sorotan

Sensor panas mereka aktif, mendeteksi kehangatan darah yang memancar melalui kulit. Setelah mendarat, mereka menusukkan belalai tanpa memicu reseptor rasa sakit.

Air liur nyamuk mengandung antikoagulan dan anestesi. Zat inilah yang kemudian menyebabkan bentol gatal, terutama jika reaksi alergi kuat.

Nyamuk memiliki waktu 45 detik hingga 1 menit untuk mengisi perutnya. Jika tidak diganggu, satu gigitan sudah cukup membuat perutnya membesar dua kali lipat.

Dua hari kemudian, nyamuk betina akan mencari air untuk meletakkan telur. Tidak seperti nyamuk rumah biasa, mereka menempelkan telur di dinding plastik lembap di atas permukaan air.

Sekitar 150 telur diletakkan sekaligus. Telur-telur ini bisa bertahan berbulan-bulan hingga hujan turun dan menetaskannya.

>>> Mantan Kapuspenkum Kejagung Ditempatkan di BGN untuk Awasi Program MBG

Nyamuk betina tidak perlu kawin lagi untuk siklus berikutnya. Mereka menyimpan sperma dalam organ spermatheca dan siap bertelur lagi keesokan harinya.