Bukan Kali Pertama: Sidang Kabinet Selalu Punya Momen yang Bikin Gibran Jadi Sorotan
Publik kembali menyoroti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Senin (20/7/2026).
Kali ini, posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak lagi berada di samping Presiden Prabowo Subianto.
>>> Mantan Kapuspenkum Kejagung Ditempatkan di BGN untuk Awasi Program MBG
Dalam sidang tersebut, Gibran duduk sejajar dengan para Menteri Koordinator. Hal ini memicu spekulasi bahwa ia diam-diam "diturunkan pangkatnya" dari Wakil Presiden menjadi setara dengan Menko.
Jurnalis senior Hersubeno Arief dalam kanal YouTube Hersubeno Point mengatakan narasi yang beredar menjadi liar. Ada yang menyebut Gibran pangkatnya sudah diturunkan atau posisinya hanya sekelas Menko.
Hersu menegaskan bahwa secara konstitusional, posisi Wakil Presiden tetap berada di atas Menko. Wapres memiliki kewenangan menggantikan Presiden apabila berhalangan tetap, meninggal dunia, atau mengundurkan diri.
Bukan Kali Pertama Gibran Jadi Sorotan
Ini bukan kali pertama Gibran menjadi sorotan dalam sidang kabinet.
Pada rapat paripurna Kabinet Merah Putih, 23 Oktober 2024, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat menunduk hingga nyaris mencium tangan Gibran saat bersalaman.
>>> Saham Grup Barito Melonjak, Prajogo Pangestu Kembali Jadi Orang Terkaya Indonesia
Sikap Bahlil kala itu memicu kehebohan karena dikaitkan dengan posisinya sebagai orang dekat Joko Widodo yang dititipkan di kabinet Prabowo.
Bahlil sebelumnya dikenal sebagai menteri kesayangan Jokowi dan kemudian naik menjadi Ketua Umum Golkar.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi resmi terkait posisi duduk Gibran.
Ia menegaskan bahwa perubahan tata letak meja sidang murni karena kebutuhan teknis operasional, bukan karena adanya keretakan politik.
"Kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah bapak presiden berada di tengah-tengah.
>>> Bahlil, 'Titipan' Jokowi di Kabinet Prabowo: Gestur Kontroversial ke Gibran
Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari bapak wakil presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," ujar Prasetyo.
Update Terbaru
BI Catat Transaksi QRIS Antarnegara Tembus Rp1,52 Triliun pada Kuartal II 2026
Rabu / 22-07-2026, 20:29 WIB
Chandra Asri Olah Sampah Plastik Jadi Minyak Pirolisis, Dorong Ekonomi Sirkular
Rabu / 22-07-2026, 20:29 WIB
Transformasi Digital Jadi Kunci Daya Saing Brand Lokal di Tengah Tantangan Ekonomi
Rabu / 22-07-2026, 20:29 WIB
Sirnas C Pupuk Kaltim Open 2026 Diikuti 673 Atlet dari 15 Provinsi
Rabu / 22-07-2026, 20:28 WIB
Cara Bedakan Sandal Birkenstock Asli vs Palsu, Kenali Ciri Footbed Ikonisnya
Rabu / 22-07-2026, 20:28 WIB
Argentina Setujui Reaktor Nuklir Swasta Senilai $1,2 Miliar, Perusahaan AS di Baliknya Mengejutkan
Rabu / 22-07-2026, 20:28 WIB
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di Indonesia, SUV PHEV Captain Seat Rp500 Jutaan
Rabu / 22-07-2026, 20:28 WIB
Meski Kalah di Final, Argentina Juara Trafik Internet Piala Dunia 2026
Rabu / 22-07-2026, 20:28 WIB
Mike Preston, Aktor 'Mad Max 2: The Road Warrior', Meninggal di Usia 93
Rabu / 22-07-2026, 20:11 WIB
4 Fakta Situasi Terkini Mees Hilgers, Pelatih Sudah Angkat Tangan
Rabu / 22-07-2026, 20:11 WIB
Mendagri Tito Hadiri Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri 2026
Rabu / 22-07-2026, 20:11 WIB
Kepala BGN Sudaryono Janji Tampung Kritik Publik soal Program MBG
Rabu / 22-07-2026, 20:11 WIB
Kepala BPOM: Indonesia Masuk 10 Regulator Obat Terbaik Dunia
Rabu / 22-07-2026, 20:10 WIB
Satgas PRR Awasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Rabu / 22-07-2026, 20:10 WIB







