Jurnalis senior Hersubeno Arief kembali mengangkat momen kontroversial Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 23 Oktober 2024.

Saat itu, Bahlil menunduk hingga nyaris mencium tangan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ketika bersalaman.

>>> Honor Pad X9 Max Resmi di Inggris: Layar 13 Inci 120Hz, Baterai 10.100 mAh

Peristiwa itu kembali disinggung Hersu saat membahas posisi duduk Gibran yang tidak lagi di samping Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet di Istana Negara, Senin (20/7/2026).

"Perhatian publik malah tertuju pada sikap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ketika bersalaman dengan Gibran dengan kepala tertunduk nyaris mencium tangannya.

Sementara saat menyalami Presiden Prabowo, dia bersikap biasa saja," ujar Hersu dalam kanal YouTube Hersubeno Point, dikutip Rabu (22/7).

>>> Ayu Ting Ting Mulai Go Public, Pamer Kedekatan dengan Kevin Gusnadi

Gestur Bahlil itu memicu kehebohan karena dikaitkan dengan posisinya sebagai orang dekat Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang disebut "dititipkan" di kabinet Prabowo.

Bahlil sebelumnya dikenal sebagai menteri kesayangan Jokowi. Ia kemudian naik menjadi Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Airlangga Hartarto yang mundur akibat kasus ekspor CPO.

"Bahlil naik menjadi Ketua Umum Golkar menggantikan Airlangga yang dipaksa mundur karena tersandera kasus ekspor CPO.

>>> Anak Sering Sakit Perut dan Susah BAB? Ini Solusi dari Pakar Gastro

Jadi, kalau bosnya Bahlil adalah Joko Widodo cq Gibran, bukan Prabowo, kita bisa memakluminya," tandas Hersu.