Pergerakan saham emiten Grup Barito dalam beberapa hari terakhir membawa pendirinya, Prajogo Pangestu, kembali ke puncak daftar orang terkaya Indonesia.

Berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires per Rabu (22/7/2026), kekayaan Prajogo mencapai US$28,6 miliar atau sekitar Rp512 triliun.

>>> Bahlil, 'Titipan' Jokowi di Kabinet Prabowo: Gestur Kontroversial ke Gibran

Jumlah tersebut melampaui pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong, yang kini berada di posisi kedua dengan kekayaan US$20,2 miliar.

Selisih kekayaan keduanya mencapai sekitar US$8,4 miliar atau setara Rp150 triliun.

Saham Grup Barito Kompak Menguat

Lonjakan kekayaan Prajogo terjadi seiring penguatan saham-saham di bawah Grup Barito, seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).

Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BRPT naik sekitar 8,28% dalam sepekan, sementara BREN menguat 6% dalam sehari.

CUAN melonjak 15,2% dalam sepekan dan CDIA terapresiasi 13,39%. Saham PTRO juga naik 4,92%, sedangkan TPIA naik 1,33%.

Kenaikan kapitalisasi pasar emiten-emiten tersebut berdampak langsung pada valuasi kepemilikan saham Prajogo Pangestu.

Prajogo memperoleh sebagian besar kekayaannya dari kepemilikan di sektor petrokimia, energi, energi baru terbarukan, pertambangan, dan jasa penunjang tambang.

Portofolionya meliputi BRPT, BREN, TPIA, CUAN, dan PTRO.

Posisi Prajogo kini menempatkannya di peringkat 84 orang terkaya dunia.

Di bawah Prajogo dan Low Tuck Kwong, posisi ketiga ditempati pemilik Grup Djarum R.

Budi Hartono dengan kekayaan US$19,6 miliar, disusul Michael Hartono sebesar US$18,9 miliar.