Mantan Kapuspenkum Kejagung Ditempatkan di BGN untuk Awasi Program MBG
Badan Gizi Nasional (BGN) resmi berkolaborasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memperkuat pengawasan dan perbaikan sistem pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah strategis ini diambil guna memastikan tata kelola program prioritas pemerintah berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
>>> Saham Grup Barito Melonjak, Prajogo Pangestu Kembali Jadi Orang Terkaya Indonesia
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menyambangi Gedung Jampidsus Kejagung di Jakarta pada Rabu (22/7/2026) untuk berkoordinasi langsung.
Ketut menjelaskan bahwa BGN akan memanfaatkan seluruh fakta serta temuan penyidik Kejagung terkait dugaan penyimpangan tata kelola MBG sebagai bahan evaluasi fundamental.
Hasil temuan hukum tersebut akan dijadikan dasar perumusan formulasi pengawasan yang lebih ketat di internal BGN.
"Bahan-bahan dari sini kami gunakan untuk perbaikan.
Apa pun yang ditemukan oleh teman-teman penyidik, kami akan gunakan untuk perbaikan BGN agar lebih baik ke depannya," tegas Ketut.
>>> Bahlil, 'Titipan' Jokowi di Kabinet Prabowo: Gestur Kontroversial ke Gibran
Ia menambahkan, sebagai pejabat yang bertanggung jawab di bidang pemantauan dan pengawasan, tugas utamanya adalah memastikan seluruh pelaksanaan program MBG berjalan tanpa penyelewengan.
Penempatan Eks Pejabat Kejagung di BGN
Penunjukan Ketut Sumedana sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN merupakan bagian dari perombakan lima pejabat eselon I di tubuh BGN.
Mantan Kapuspenkum Kejagung yang juga pernah menjabat sebagai Kajati Bali dan Kajati Sumsel ini resmi dilantik serta diperkenalkan ke publik pada Selasa (21/7/2026).
Ketut mengungkapkan bahwa penugasannya di BGN didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) atas usulan langsung dari Jaksa Agung ST Burhanuddin.
>>> Honor Pad X9 Max Resmi di Inggris: Layar 13 Inci 120Hz, Baterai 10.100 mAh
Dalam kunjungannya ke Kejagung, Ketut turut menemui Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi, yang merupakan rekan satu angkatannya, untuk mempererat koordinasi antar-lembaga dalam pengawalan program strategis nasional ini.
Update Terbaru
BI Catat Transaksi QRIS Antarnegara Tembus Rp1,52 Triliun pada Kuartal II 2026
Rabu / 22-07-2026, 20:29 WIB
Chandra Asri Olah Sampah Plastik Jadi Minyak Pirolisis, Dorong Ekonomi Sirkular
Rabu / 22-07-2026, 20:29 WIB
Transformasi Digital Jadi Kunci Daya Saing Brand Lokal di Tengah Tantangan Ekonomi
Rabu / 22-07-2026, 20:29 WIB
Sirnas C Pupuk Kaltim Open 2026 Diikuti 673 Atlet dari 15 Provinsi
Rabu / 22-07-2026, 20:28 WIB
Cara Bedakan Sandal Birkenstock Asli vs Palsu, Kenali Ciri Footbed Ikonisnya
Rabu / 22-07-2026, 20:28 WIB
Argentina Setujui Reaktor Nuklir Swasta Senilai $1,2 Miliar, Perusahaan AS di Baliknya Mengejutkan
Rabu / 22-07-2026, 20:28 WIB
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di Indonesia, SUV PHEV Captain Seat Rp500 Jutaan
Rabu / 22-07-2026, 20:28 WIB
Meski Kalah di Final, Argentina Juara Trafik Internet Piala Dunia 2026
Rabu / 22-07-2026, 20:28 WIB
Mike Preston, Aktor 'Mad Max 2: The Road Warrior', Meninggal di Usia 93
Rabu / 22-07-2026, 20:11 WIB
4 Fakta Situasi Terkini Mees Hilgers, Pelatih Sudah Angkat Tangan
Rabu / 22-07-2026, 20:11 WIB
Mendagri Tito Hadiri Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri 2026
Rabu / 22-07-2026, 20:11 WIB
Kepala BGN Sudaryono Janji Tampung Kritik Publik soal Program MBG
Rabu / 22-07-2026, 20:11 WIB
Kepala BPOM: Indonesia Masuk 10 Regulator Obat Terbaik Dunia
Rabu / 22-07-2026, 20:10 WIB
Satgas PRR Awasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Rabu / 22-07-2026, 20:10 WIB







