Mengintip Kehidupan Malam di Kanopi Hutan dengan Kamera Termal
Mempelajari mamalia yang hidup di puncak pohon pada malam hari bukanlah tugas mudah. Daun lebat dan kegelapan menyembunyikan hewan seperti kinkajou, olingo, margay, kungkang, dan trenggiling sutra.
Kurangnya data tentang hewan-hewan ini menjadi masalah serius bagi konservasi. Tanpa informasi akurat mengenai pola makan, reproduksi, dan pergerakan mereka, sulit menyusun rencana perlindungan yang efektif.
>>> Bukan Kali Pertama: Sidang Kabinet Selalu Punya Momen yang Bikin Gibran Jadi Sorotan
Memasang kamera jebak di pohon memang bisa dilakukan, tetapi biayanya mahal dan membutuhkan pemanjat ulung. Tidak semua peneliti memiliki kemampuan seperti primata.
Solusi Cerdas di Cagar Alam Cocobolo, Panama
Untuk mengatasi kendala tersebut, para peneliti membangun platform observasi di kanopi Cagar Alam Cocobolo, Panama.
Platform itu dilengkapi kamera termal yang kini lebih terjangkau berkat kemajuan teknologi pengawasan dan drone.
Selama sembilan malam, dari pukul 18.00 hingga 06.00, ilmuwan mengamati dua bagian hutan: satu masih perawan, satu lagi pernah terganggu.
Ketika panas tubuh hewan terdeteksi, kamera mulai merekam video dan melacak pergerakannya.
>>> Mantan Kapuspenkum Kejagung Ditempatkan di BGN untuk Awasi Program MBG
Sesekali mereka beralih ke penglihatan malam biasa untuk memastikan identitas hewan.
Hasilnya menakjubkan: seekor kinkajou bersantai di dahan, margay berburu bak macan tutul mini, sepasang landak Andes sedang kawin, dan trenggiling sutra mencari makan.
Sebagian besar hewan tampak sibuk makan, bergerak, atau tidur tanpa terganggu oleh kehadiran manusia. Ini menandakan metode tersebut minim intrusi dan tidak membuat hewan stres.
Jendela Baru ke Dunia yang Tak Dikenal
Temuan yang dipublikasikan di Journal of Tropical Ecology ini menunjukkan bahwa kombinasi platform observasi dan kamera termal merupakan cara efektif dan sederhana untuk mengenal mamalia rahasia ini.
Para peneliti yakin pendekatan ini dapat meningkatkan pemahaman kita tentang spesies yang kehidupannya masih diselimuti misteri.
>>> Saham Grup Barito Melonjak, Prajogo Pangestu Kembali Jadi Orang Terkaya Indonesia
Mungkin kita akhirnya mulai memahami dunia tengah malam di atas lantai hutan—tempat makhluk liar sesungguhnya berada.
Update Terbaru
BI Catat Transaksi QRIS Antarnegara Tembus Rp1,52 Triliun pada Kuartal II 2026
Rabu / 22-07-2026, 20:29 WIB
Chandra Asri Olah Sampah Plastik Jadi Minyak Pirolisis, Dorong Ekonomi Sirkular
Rabu / 22-07-2026, 20:29 WIB
Transformasi Digital Jadi Kunci Daya Saing Brand Lokal di Tengah Tantangan Ekonomi
Rabu / 22-07-2026, 20:29 WIB
Sirnas C Pupuk Kaltim Open 2026 Diikuti 673 Atlet dari 15 Provinsi
Rabu / 22-07-2026, 20:28 WIB
Cara Bedakan Sandal Birkenstock Asli vs Palsu, Kenali Ciri Footbed Ikonisnya
Rabu / 22-07-2026, 20:28 WIB
Argentina Setujui Reaktor Nuklir Swasta Senilai $1,2 Miliar, Perusahaan AS di Baliknya Mengejutkan
Rabu / 22-07-2026, 20:28 WIB
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di Indonesia, SUV PHEV Captain Seat Rp500 Jutaan
Rabu / 22-07-2026, 20:28 WIB
Meski Kalah di Final, Argentina Juara Trafik Internet Piala Dunia 2026
Rabu / 22-07-2026, 20:28 WIB
Mike Preston, Aktor 'Mad Max 2: The Road Warrior', Meninggal di Usia 93
Rabu / 22-07-2026, 20:11 WIB
4 Fakta Situasi Terkini Mees Hilgers, Pelatih Sudah Angkat Tangan
Rabu / 22-07-2026, 20:11 WIB
Mendagri Tito Hadiri Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri 2026
Rabu / 22-07-2026, 20:11 WIB
Kepala BGN Sudaryono Janji Tampung Kritik Publik soal Program MBG
Rabu / 22-07-2026, 20:11 WIB
Kepala BPOM: Indonesia Masuk 10 Regulator Obat Terbaik Dunia
Rabu / 22-07-2026, 20:10 WIB
Satgas PRR Awasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Rabu / 22-07-2026, 20:10 WIB







