Trump Setujui Kesepakatan Nuklir dengan Saudi yang Izinkan Pengayaan Uranium
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyetujui kesepakatan nuklir dengan Arab Saudi yang berlaku selama 30 tahun.
Kesepakatan ini berpotensi mengizinkan kerajaan tersebut memperkaya uranium untuk program nuklir sipil.
>>> Mark Lamb Menang Pemilihan Pendahuluan GOP di Distrik Kelima Arizona
Demikian disampaikan dua pejabat yang mengetahui keputusan tersebut. Kesepakatan melibatkan perusahaan-perusahaan AS untuk membantu mengembangkan sektor nuklir komersial Saudi.
Kesepakatan ini mengikuti studi bersama AS-Saudi dan bisa diumumkan paling cepat Rabu.
Inisiatif ini muncul di tengah perang yang dilancarkan AS dan Israel melawan Iran untuk mengekang kemampuan nuklir Teheran.
Kekhawatiran Proliferasi
Meskipun Saudi adalah anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pejabat mengindikasikan rancangan kesepakatan tidak mewajibkan kepatuhan pada Protokol Tambahan untuk inspeksi yang lebih ketat.
Mantan pejabat intelijen dan pakar nonproliferasi memperingatkan bahwa mengizinkan pemintal sentrifugal berputar di Saudi membuka jalur potensial menuju pengembangan senjata nuklir.
>>> Miami Heat Klarifikasi Kebocoran Siaran YouTube Terkait LeBron James
Hal ini terutama mengkhawatirkan mengingat pakta pertahanan regional yang ditandatangani antara Riyadh dan Pakistan.
Negosiasi mengenai payung nuklir dan perjanjian sipil telah menarik perhatian anggota Kongres AS. Kongres diperkirakan akan meninjau kesepakatan tersebut berdasarkan aturan Perjanjian 123 federal.
Anggota parlemen mungkin akan melakukan penolakan bipartisan karena khawatir memicu perlombaan senjata nuklir regional.
Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman sebelumnya menyatakan, "Kami akan memperkayanya dan kami akan menjualnya dan kami akan membuat 'yellowcake'."
Pernyataan itu menegaskan keinginan lama Saudi memanfaatkan cadangan uranium alamnya yang besar untuk diproses sebelum pengayaan.
>>> Mariners Kembali Puncaki AL West Meski Cedera Bayangi
Menteri Pertahanan Pakistan juga memberikan pernyataan terkait kemampuan nuklir negaranya setelah menandatangani pakta pertahanan bersama dengan Saudi awal tahun ini.
Update Terbaru
Anhedonia: Gejala Depresi yang Terabaikan dan Cara Baru Mengobatinya
Rabu / 22-07-2026, 18:07 WIB
Atletik Masukkan Kuroda-Grauer dan Leiter ke IL
Rabu / 22-07-2026, 18:05 WIB
Polisi Olah TKP Ledakan Rumah Grand Polonia Medan, Tiga Tewas
Rabu / 22-07-2026, 18:05 WIB
6 Jembatan di Iran Hancur Akibat Serangan Udara AS
Rabu / 22-07-2026, 18:05 WIB
Cavaliers dan Lakers Incar Jonathan Kuminga di Tengah Penundaan Bursa Bebas
Rabu / 22-07-2026, 18:01 WIB
Netflix Akuisisi Startup AI InterPositive Milik Ben Affleck Senilai $587 Juta
Rabu / 22-07-2026, 18:00 WIB
Pengadilan Australia Tolak Gugatan Pencemaran Nama Baik terhadap Rebel Wilson
Rabu / 22-07-2026, 18:00 WIB
Sudaryono Tegaskan Tak Punya Dapur MBG usai Dilantik Jadi Kepala BGN
Rabu / 22-07-2026, 18:00 WIB
Palang Perlintasan Tak Ditutup, Truk Nyaris Tabrak KA Brantas
Rabu / 22-07-2026, 18:00 WIB
Profil Nadeo Argawinata, Kiper Baru Persija Langganan Timnas Indonesia
Rabu / 22-07-2026, 18:00 WIB
BPOM Temukan 1,3 Juta Pelanggaran di Live Shopping, Banyak Overclaim
Rabu / 22-07-2026, 18:00 WIB
TOP 50 Program Acara dengan Rating TV terbaik Hari ini 23 Juli 2026 ada Wajah Cinta yang Lain Turun ke Posisi 5
Rabu / 22-07-2026, 18:00 WIB
Midea Club Flash Installation Tournament 2026 Resmi Dimulai, Siapkan Installer Terbaik ke ASEAN
Rabu / 22-07-2026, 17:57 WIB







