Menguap adalah reaksi alami yang dilakukan hampir semua orang, bahkan hewan. Dalam sehari, manusia bisa menguap hingga sekitar 20 kali.

Namun, menguap tidak selalu muncul karena mengantuk atau bosan. Terkadang, kita justru ikut menguap setelah melihat orang lain melakukannya.

>>> Iran Sembunyikan Fasilitas Nuklir 100 Meter di Bawah Gunung Pickaxe

Fenomena Menguap Menular

Kebiasaan ikut menguap dikenal sebagai contagious yawning atau menguap menular. Menurut PBS News, kemungkinan seseorang menguap bisa meningkat hingga enam kali lipat setelah melihat orang lain menguap.

Respons ini terasa otomatis, seperti refleks yang muncul tanpa dipikirkan. Namun, penelitian menunjukkan fenomena ini tidak sepenuhnya bawaan sejak lahir.

Anak-anak biasanya baru mulai menunjukkan perilaku ini saat berusia sekitar empat atau lima tahun. Pada usia tersebut, kemampuan empati anak mulai berkembang lebih baik.

James Giordano, ilmuwan saraf dari Georgetown University, menjelaskan hal ini berkaitan dengan social mirroring. Ini adalah kecenderungan organisme untuk meniru tindakan orang lain.

"Neuron-neuron ini berperan dalam mencocokkan apa yang kita rasakan dan indrawi dengan cara kita bergerak," kata Giordano, dilansir PBS News.

Perilaku menular tidak hanya terjadi pada menguap, tetapi juga pada tertawa hingga menyilangkan kaki. Fenomena ini juga berhubungan dengan ikatan sosial.

>>> Palworld Tembus 30,5 Juta Kopi Terjual, Raup Pendapatan $700 Juta

Orang yang memiliki empati lebih tinggi cenderung lebih mudah mengalami social mirroring. Saat seseorang tersenyum, kita sering spontan membalas senyum tersebut.

Kapan Menguap Perlu Diwaspadai?

Menguap umumnya tidak berbahaya. Namun, jika terjadi terlalu sering dan tanpa alasan jelas, kondisi ini perlu diperhatikan.

Menurut Medical News Today, salah satu penyebabnya berkaitan dengan saraf vagus. Saraf ini menghubungkan tenggorokan, perut, dan otak.

Jika saraf vagus terlibat dalam reaksi tertentu, bisa muncul reaksi vasovagal yang menyebabkan menguap berlebihan.

Dalam beberapa kasus, hal ini bisa menjadi tanda gangguan tidur, masalah otak, atau kondisi jantung.

>>> Tito Sebut Pelibatan Swasta Akan Optimalkan Program Perumahan Rakyat

Jika Anda atau seseorang yang dikenal mengalami menguap berlebihan tanpa penyebab jelas, sebaiknya segera berkonsultasi ke tenaga medis.