Rantai yang Harus Diputus: Apa Itu Eggshell Parenting?
Pernah merasa harus berhati-hati di sekitar orang tua karena amarahnya mudah meledak? Atau merasa bertanggung jawab menjaga perasaan mereka?
Jika iya, Anda mungkin dibesarkan oleh eggshell parent.
>>> Cara Cek Status Pencairan BPNT dan PKH 2026 yang Masuk Tahap Verifikasi
Eggshell parenting adalah gaya pengasuhan yang dilakukan orang tua yang rapuh, sensitif secara emosional, dan kurang mampu meregulasi emosi.
Pola ini perlu dikenali dan diputus agar tidak diwariskan ke generasi berikutnya.
Apa Itu Eggshell Parenting?
Istilah eggshell parenting berasal dari frasa "walking on eggshells", yang menggambarkan situasi penuh ketidakpastian dan rasa tidak aman.
Psikoterapis Anna Hindell menjelaskan bahwa eggshell parent memiliki suasana hati tidak stabil, ledakan emosi, dan perilaku tidak konsisten, sehingga anak harus selalu berhati-hati.
Ledakan amarah orang tua sering dipicu hal-hal yang tidak jelas bagi anak.
Akibatnya, anak merasa tidak aman dan dalam kasus ekstrem, terjadi pertukaran peran: anak merasa bertanggung jawab atas kondisi orang tua dan bersalah jika segala sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan orang tua.
Tanda Anda Eggshell Parent
Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai, dikutip dari Huffington Post.
1. Terlalu waspada.
Anda terus-menerus mengamati lingkungan untuk mencari tanda-tanda konflik atau ledakan emosi, bahkan di tempat kerja.
>>> Cara Mengadopsi 3 Teknologi Robotik Canggih China untuk Industri 2026
2. Selalu ingin menyenangkan orang lain.
Anda memantau mood orang sekitar dan menekan kebutuhan sendiri agar tidak memicu kemarahan.
3. Sulit mengekspresikan emosi sendiri.
Psikolog klinis Noelle Santorelli mengatakan anak belajar menekan emosi untuk menghindari konflik. Anda juga mungkin kesulitan memahami atau mempercayai emosi sendiri.
4. Merasa bertanggung jawab atas emosi orang lain.
Kebiasaan ini muncul karena sejak kecil Anda menjaga perasaan orang tua yang protektif.
5. Tidak nyaman bersama orang tua.
Anda mungkin menghabiskan waktu dengan orang tua yang sangat sensitif secara emosional dan butuh perhatian ekstra.
Dampak eggshell parenting pada anak antara lain kesulitan meregulasi emosi, terlalu waspada, stres, dan masalah attachment seperti anxious attachment atau avoidant attachment.
>>> Sahabat Nolan Wells Buka Suara soal Tuduhan Keterlibatan dalam Kematian Remaja
Mengenali tanda-tanda ini adalah langkah awal untuk memutus rantai eggshell parenting. Pola asuh yang lebih sehat dapat dimulai dengan kesadaran dan usaha untuk mengelola emosi sendiri.
Update Terbaru
Investasi Peternakan Sapi Perah Terbesar di Indonesia Dimulai di Brebes
Rabu / 22-07-2026, 12:50 WIB
Pemerintah Andalkan Riset untuk Percepat Hilirisasi Industri Sawit
Rabu / 22-07-2026, 12:49 WIB
RUU PFII Disiapkan Jadi Fondasi Pusat Keuangan Global, Pemerintah Bidik Arus Investasi Jangka Panjang
Rabu / 22-07-2026, 12:49 WIB
DUNLOP Luncurkan GEOMAX EN92 di Hiu Selatan Hard Enduro 2026
Rabu / 22-07-2026, 12:49 WIB
Timnas Indonesia Bantai Bali United 3-0 di Uji Coba Jelang Piala AFF
Rabu / 22-07-2026, 12:49 WIB
Angkot Listrik di Depok Gunakan Wuling Mitra EV
Rabu / 22-07-2026, 12:49 WIB
Hybrid Race Wellnest Festival Hari Kedua Dipadati Peserta Perempuan
Rabu / 22-07-2026, 12:49 WIB
Sidang Praperadilan Ketiga Roy Suryo Ditunda Satu Pekan
Rabu / 22-07-2026, 12:49 WIB
Choirul Anwar Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya jadi Tersangka Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar
Rabu / 22-07-2026, 12:47 WIB
Modal Rp10 Juta, Anak Muda 23 Tahun Raup Omzet Puluhan Juta dari Bisnis Agen Lion Parcel
Rabu / 22-07-2026, 12:46 WIB
BYD Resmi Gandeng PSG dan Manchester City, Target Jadi Raksasa Otomotif Global
Rabu / 22-07-2026, 12:45 WIB
Arsjad Rasjid Dorong Ekosistem Halal Indonesia Tembus Pasar Global
Rabu / 22-07-2026, 12:45 WIB







