KontraS Temukan Dugaan Massa Bayaran Pemicu Kericuhan Demo Surabaya
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya mengungkap temuan dugaan mobilisasi massa bayaran yang diduga sengaja diarahkan untuk memicu kericuhan dalam aksi #IndonesiaSekarat di depan Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/6).
Kepala Biro Kampanye HAM KontraS Surabaya Zaldi Maulana mengatakan, tim pemantau lapangannya menemukan sekelompok remaja yang terlihat menerima pengarahan dari sejumlah pria berbadan tegap sebelum bergabung dengan massa aksi.
>>> KAIJU GIRL CARAMELISE Rilis Visual Global Baru, Konfirmasi Streaming dan Anime Expo
"Temuan pertama, dugaan mobilisasi massa untuk memicu kerusuhan.
Sekitar pukul 16.10 WIB [Jumat (26/6)], di depan Kantor Pos Indonesia sebelah Taman Apsari, sisi kiri dari Grahadi, ada sekitar 10 orang remaja belasan tahun," kata Zaldi ditemui di Kantor KontraS Surabaya, Selasa (30/6).
Menurut Zaldi, sekitar 30 menit setelah kelompok remaja itu berkumpul, kemudian tiba empat pria berpakaian serba hitam menemui dan memberikan pengarahan singkat kepada kelompok remaja tersebut.
"Berselang 30 menit, empat orang berbadan tegap berpakaian serba hitam melakukan semacam briefing kepada 10 anak tersebut," ujarnya.
Tak berselang lama usai pengarahan itu, kata Zaldi, salah satu dari empat pria tersebut terlihat memasukkan sesuatu yang diduga amplop ke saku masing-masing remaja.
"Tak lama setelah briefing, salah satu dari empat orang itu memasukkan sesuatu, diduga seperti amplop, ke saku masing-masing anak," ungkapnya.
Setelah menerima amplop tersebut, kelompok remaja itu kemudian terlihat berbaur dengan massa aksi lain yang baru tiba setelah longmars dari arah Monumen Kapal Selam dan berkumpul di sisi kiri Grahadi.
"Setelah itu, 10 orang tersebut bergabung dengan massa aksi yang baru datang dari Monumen Kapal Selam, berada di sisi kiri Grahadi," katanya.
Update Terbaru
Kebakaran Lumbung di Mariahout Lukai Sapi dan Sebabkan Kerusakan Parah
Rabu / 01-07-2026, 05:30 WIB
Taylor Frankie Paul Jalani Rehab di Tengah Tuduhan Baru Dakota Mortensen
Rabu / 01-07-2026, 05:30 WIB
AOC Ajak Warga Tetap Patriotik: Amerika Lebih Besar dari Para Pemimpinnya
Rabu / 01-07-2026, 05:30 WIB
Anak Patrick Kluivert dan Dua Pemain Belanda Jadi Korban Serangan Rasis
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
Gelombang Panas Ekstrem Ancam Fase Gugur Piala Dunia 2026, Suhu Bisa Tembus 43 C
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
Flashback 1998: Norwegia Pernah Tumbangkan Brasil, Bakal Terulang di Piala Dunia 2026?
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
3 Tips Memilih Waktu Terbang agar Terhindar dari Jet Lag
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
3 Tips Memilih Waktu Terbang untuk Hindari Jet Lag
Rabu / 01-07-2026, 05:28 WIB
Kylian Mbappe Cetak Rekor Gol Babak Gugur Piala Dunia, Lewati Ronaldo
Rabu / 01-07-2026, 05:26 WIB
Dodge Rayakan 60 Tahun Charger dengan Warna Ungu Baru Purple Haze
Rabu / 01-07-2026, 05:26 WIB
Dodge Rayakan 60 Tahun Charger dengan Warna Ungu Baru Purple Haze
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB
GM Klaim Paling Amerika, Tapi Tak Masuk 20 Besar Mobil Paling Buatan AS
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB
GM Klaim Paling Amerika, Tapi Tak Masuk 20 Besar Mobil Paling Lokal
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB
Dudung: Pelatihan Calon Manajer Kopdes Dipangkas Jadi 1,5 Bulan
Rabu / 01-07-2026, 05:25 WIB






