Jet lag adalah kondisi ketika jam biologis tubuh tidak sesuai dengan waktu di negara tujuan.

Kondisi ini sering terjadi saat perjalanan jauh yang melewati beberapa zona waktu, seperti dari Indonesia ke Eropa atau Amerika Serikat.

>>> Kylian Mbappe Cetak Rekor Gol Babak Gugur Piala Dunia, Lewati Ronaldo

Akibatnya, tubuh bisa merasa lelah, sulit tidur, mengantuk di siang hari, hingga sulit berkonsentrasi.

Meski sulit dihindari sepenuhnya, memilih waktu penerbangan yang tepat bisa membantu mengurangi risiko jet lag.

Waktu Terbaik untuk Terbang

Berikut tiga tips memilih waktu penerbangan agar terhindar dari jet lag.

1. Pilih penerbangan yang tiba pada sore atau menjelang malam.

Banyak pakar perjalanan menyarankan waktu terbaik adalah penerbangan yang tiba di tujuan sekitar pukul 14.00 hingga 17.00 waktu setempat.

Alasannya, Anda masih memiliki waktu untuk terkena sinar matahari dan beraktivitas ringan sebelum tidur malam. Paparan cahaya alami membantu tubuh lebih cepat menyesuaikan diri dengan zona waktu baru.

Bagi wisatawan Indonesia yang bepergian ke Eropa atau Timur Tengah, jadwal tiba pada sore hari biasanya lebih nyaman dibanding tiba pagi hari dalam kondisi kurang tidur.

2. Untuk perjalanan ke Eropa, penerbangan malam sering lebih ideal.

Penerbangan dari Jakarta ke kota-kota Eropa umumnya memakan waktu lebih dari 12 jam.

Jika berangkat malam dari Indonesia, Anda bisa mencoba tidur selama perjalanan dan tiba pada pagi atau siang hari di tujuan.

Cara ini membantu tubuh menyesuaikan pola tidur dengan waktu setempat, meski efeknya bisa berbeda pada setiap orang.

3. Hindari jadwal yang membuat Anda tiba tengah malam.

Tiba di negara tujuan pada tengah malam bisa membuat proses adaptasi lebih sulit. Selain tubuh yang lelah, pilihan transportasi dan aktivitas juga lebih terbatas.