Tetapi sekelompok massa yang kita identifikasi ini kemudian mulai semakin destruktif," ujarnya.

Luthfie menyebut penggunaan water cannon pada malam itu semata-mata untuk memadamkan api di depan gerbang Grahadi, bukan untuk mendorong atau membubarkan massa secara paksa.

Pendorongan massa, kata dia, dilakukan secara bertahap dan terukur.

"Penyemprotan atau penggunaan water cannon seperti kita gunakan tetapi itu hanya untuk mematikan api yang ada di depan gerbang itu.

Adapun untuk pendorongan kita tetap kemarin soft, pelan, kita dorong-mundur, kita dorong-mundur sampai dengan mereka membubarkan diri," katanya.

Dari 24 orang yang sempat ditangkap, sebanyak empat orang ditetapkan sebagai tersangka yakni MA, ARF, NB, dan DSD.

Mereka terancam jeratan pasal pengrusakan dan perlawanan terhadap petugas, berisiko hukuman hingga lima tahun penjara.

Keempatnya, kata Luthfie, datang ke lokasi bukan sebagai bagian dari kelompok terorganisir, melainkan terpancing unggahan di media sosial.

Luthfie menyebut keempat tersangka bukan mahasiswa. Mereka berprofesi sebagai karyawan dan kuli, dan sebagian besar berasal dari Surabaya serta Gresik.

Ia menegaskan para tersangka tampaknya tidak memahami tujuan sebenarnya dari aksi yang mereka ikuti.

"Sebenarnya tujuannya ke situ mau menyampaikan aspirasi apa juga mereka enggak tahu. Mereka hanya terpancing," ujarnya.

Selain empat tersangka, enam orang lainnya terbukti positif menggunakan sabu berdasarkan hasil tes urine. Mereka kini menjalani asesmen bersama BNN Kota Surabaya.

14 orang sisanya dibebaskan namun masih berstatus saksi dengan kewajiban lapor setiap Senin dan Kamis.

Kendati demikian, Luthfie menyatakan seluruh ponsel yang disita dari 14 orang yang ditangkap ini masih dalam proses analisis mendalam.

Hasilnya akan digunakan polisi untuk menelusuri kemungkinan jaringan yang lebih luas di balik aksi tersebut.

>>> Honkai: Star Rail Gandeng UGREEN Hadirkan Aksesori Pengisi Daya Bertema Yao Guang

"Hasilnya akan menjadi dasar barangkali kita akan buka jaringan, barangkali kita bisa menemukan hal-hal lain yang berkorelasi dengan ajakan atau kelompok-kelompok lain yang memprovokasi," kata Luthfie.