Tiga pemain timnas Belanda menjadi sasaran ujaran rasis di media sosial setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026.

Mereka adalah Justin Kluivert (anak legenda Patrick Kluivert), Crysencio Summerville, dan Quinten Timber.

>>> Gelombang Panas Ekstrem Ancam Fase Gugur Piala Dunia 2026, Suhu Bisa Tembus 43 C

Ketiganya gagal mengeksekusi penalti saat Belanda kalah dari Maroko di babak 32 besar.

Kekalahan itu membuat Belanda harus pulang lebih awal dari turnamen.

Pasca pertandingan, akun media sosial ketiga pemain dibanjiri komentar bernada kebencian, termasuk ujaran rasis.

Sebagai respons, mereka membatasi akses komentar di akun masing-masing.

KNVB Kecam dan Akan Tindak Lanjuti

Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) mengecam keras tindakan diskriminasi tersebut.

>>> Flashback 1998: Norwegia Pernah Tumbangkan Brasil, Bakal Terulang di Piala Dunia 2026?

"Kami menganggap ini sangat mengerikan," demikian pernyataan resmi KNVB.

KNVB menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi ruang yang menyatukan, bukan memecah belah.

Federasi juga mendorong masyarakat untuk melaporkan tindakan diskriminasi secara online melalui platform resmi.

KNVB menyatakan akan menindaklanjuti kasus ini dengan melaporkan pelaku ke pihak berwenang.

>>> 3 Tips Memilih Waktu Terbang agar Terhindar dari Jet Lag

"Setelah laporan masuk, akan dinilai apakah tindakan tersebut melanggar hukum. Ini bisa menjadi awal proses hukum hingga penyelidikan pidana," tulis KNVB.