Seekor monyet marmoset betina ditemukan terlantar di dalam bus di London pada 17 Juli 2026. Hewan itu disembunyikan dalam tas cucian bergambar kotak-kotak.

Penumpang yang hendak turun di Kensal Rise, barat laut London, menemukan monyet tersebut dalam sangkar burung kecil yang dibungkus plastik.

>>> Tetra Pak Dorong Efisiensi Industri F&B Lewat Manufaktur Pintar di MIFB 2026

Sangkar itu menghalangi kereta dorong bayinya.

Sopir bus kemudian membawa hewan itu ke depo di Willesden dan menyerahkannya kepada RSPCA (Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals).

Monyet yang dinamai Oyster—sesuai sistem pembayaran transportasi London—ditemukan dalam kondisi dehidrasi dan stres. Namun, dokter hewan menyatakan kesehatannya kini baik.

Pihak berwenang menduga pembuangan ini merupakan respons terhadap undang-undang baru yang mulai berlaku pada April 2026.

Aturan itu mewajibkan semua primata yang dipelihara di Inggris memiliki izin dan microchip dengan standar perawatan setara kebun binatang.

Diperkirakan 5.000 primata dipelihara sebagai hewan peliharaan di Inggris. Pemilik yang tidak mendaftarkan hewannya hingga 6 April menghadapi denda tak terbatas atau hukuman penjara.

Penyelidikan dan Kekhawatiran

Kepala Inspektur RSPCA London, Clare Dew, mengungkapkan bahwa monyet itu bersembunyi di dalam sangkar burung logam putih yang dibungkus tas cucian plastik.

“Dia diberi apel, tetapi jelas sangat stres dan dehidrasi,” kata Dew.

Dew menambahkan bahwa monyet tersebut tidak memiliki microchip. Pihaknya kini menganalisis log transportasi dan rekaman pengawasan untuk menemukan pelaku.

“Saya akan terkejut jika ini adalah primata terakhir yang kami lihat dibuang,” ujar Dew. Ia mencurigai pembuangan ini adalah akibat langsung dari undang-undang baru.

>>> BELL Andalkan Inovasi Kain dan Layanan Kustom untuk Kejar Pertumbuhan Pendapatan 8%