Para peneliti menemukan spesies monyet baru di hutan hujan Republik Demokratik Kongo. Monyet ini dinamai Likweli oleh warga setempat.

Spesies ini merupakan monyet Afrika baru kelima yang berhasil ditemukan dalam 75 tahun terakhir. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal PLOS.

>>> 5 Bintang Pensiun dari Timnas Usai Piala Dunia 2026

Ciri Fisik dan Suara Unik

Monyet Likweli memiliki bulu hitam jabrik, kulit oranye krem di sekitar mulut, dan bercak putih di pinggul. Bobotnya sekitar 7 kilogram dengan panjang tubuh hingga 1,2 meter.

Suara aumannya menggelegar dan terdengar mirip katak atau dengkuran babi.

Penemuan dan Penelitian

Petunjuk pertama keberadaan spesies ini didapat pada 2008 saat tim peneliti melihat monyet tak biasa di sepanjang Sungai Lomami.

Foto pertama kurang jelas, tetapi ilmuwan yakin itu spesies khusus.

Jejak monyet Likweli sempat menghilang hingga November 2018. Saat itu, Jean Pierre Kapale dari Lukuru Wildlife Research Foundation berhasil memotretnya kembali.

Selama 10 bulan berikutnya, tim melakukan patroli pemantauan dan mencatat tujuh kali penampakan tambahan.

Monyet Likweli hidup dalam kelompok kecil sekitar enam ekor di kanopi hutan lebat. Sifatnya tenang dan waspada, tidak langsung kabur saat bertemu manusia.

>>> Nanik Ungkap Tugas Baru dari Prabowo Usai Mundur dari Kepala BGN

Para ilmuwan menganalisis sampel kulit, rangka, dan jaringan dari tiga monyet mati hasil sitaan pemburu liar. Perbandingan anatomi dan uji DNA menegaskan keunikan spesies ini.

Kerabat terdekat Likweli adalah kolobus hitam yang habitatnya berjarak lebih dari 1.100 kilometer. Keduanya diperkirakan terpisah dari nenek moyang sama sekitar lima juta tahun lalu.

Monyet Likweli termasuk genus Colobus, yang hanya memiliki empat jari di setiap tangan. Nama spesies congoensis diberikan sebagai penghormatan terhadap Cekungan Kongo.