Seorang pekerja kemanusiaan asal Amerika Serikat di Republik Demokratik Kongo dinyatakan positif terinfeksi virus Ebola strain Bundibugyo pada Jumat, 10 Juli 2026.

Pasien bekerja untuk organisasi bantuan bencana evangelis Samaritan’s Purse dan telah diisolasi di Bunia, ibu kota Provinsi Ituri, sejak Senin.

>>> CEO Xero Sukhinder Singh Cassidy Jual Seluruh Saham yang Tersisa

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengumumkan kerja sama dengan mitra internasional untuk mengidentifikasi kontak berisiko tinggi dan menekan penularan.

Menurut data pemerintah Kongo yang dilaporkan Reuters, wabah saat ini telah mencapai 1.830 kasus terkonfirmasi dan 648 kematian.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika menyebut lonjakan ini sebagai wabah Ebola dengan pertumbuhan tercepat yang pernah tercatat di benua tersebut.

Ini adalah kasus kedua warga Amerika dalam wabah ini, setelah dokter misionaris Dr. Peter Stafford terinfeksi pada Mei dan dievakuasi ke Berlin, Jerman.

>>> Inggris Hadapi Argentina di Semifinal Piala Dunia di Atlanta

Dr. Stafford menggambarkan masa sulit saat sakit, dengan demam tinggi dan kelemahan ekstrem. Keluarganya dipantau ketat selama isolasi dan perawatannya di Jerman.

Upaya pengendalian wabah menghadapi hambatan berat, termasuk konflik aktif di Kongo timur, defisit pendanaan, dan serangan terhadap fasilitas kesehatan.

Virus Bundibugyo yang menjadi penyebab wabah saat ini belum memiliki vaksin atau protokol pengobatan yang disetujui.

>>> Legitimasi Le Pen: Antara Ambisi Politik dan Hukuman Korupsi

Kedutaan Besar AS di Kinshasa mengeluarkan peringatan perjalanan Level 4, melarang warga AS bepergian ke Kongo karena bahaya penyakit menular mematikan.