Arab Saudi dan Irak secara blak-blakan menolak wilayahnya digunakan untuk perang antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.

Penolakan itu ditegaskan dalam pernyataan bersama Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dan Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein.

>>> Lautaro Martinez Lolos Sanksi Kartu, Bisa Bela Argentina Vs Inggris

Kedua pihak menekankan pentingnya menghormati kedaulatan nasional, hubungan bertetangga yang baik, dan tidak campur tangan dalam urusan internal.

Mereka juga menolak penggunaan wilayah negara mana pun untuk mengancam keamanan dan stabilitas negara lain.

Irak menegaskan komitmennya untuk tidak mengizinkan wilayah atau ruang udaranya digunakan sebagai titik peluncuran serangan yang menargetkan Arab Saudi, negara-negara GCC, atau negara lain di kawasan.

>>> 10 Merek Mobil Terlaris Juni 2026: BYD Comeback Geser Mitsubishi

Saudi kembali menekankan dukungannya terhadap keamanan dan stabilitas Irak serta penguatan lembaga nasional Irak.

Kedua negara termasuk pengecualian dari serangan balasan Iran ke pangkalan militer AS di negara-negara Arab.

Arab Saudi baru-baru ini menandatangani Kesepakatan Imbal Balik Pertahanan Strategis dengan Pakistan.

>>> Satgas PKH Respons Unsur Polri Tak Hadir Rapat di Kemhan

Pakistan juga aktif menengahi perdamaian antara AS dan Iran serta telah mengerahkan jet tempur ke Saudi untuk meningkatkan keamanan kerajaan.