Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) kembali melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah pada Senin (13/7).

Sasaran serangan meliputi Pangkalan Udara Pangeran Hassan di Yordania, pusat komando drone militer AS di Bahrain, dan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait.

>>> Komedian Temon Meninggal, Ini Bahaya Hipertensi bagi Jantung

Kantor berita IRNA mengutip pernyataan IRGC yang mengonfirmasi serangan tersebut.

Tanggapan Kuwait dan Yordania

Angkatan Bersenjata Kuwait menyatakan telah merespons "target udara musuh" pada hari yang sama.

"Angkatan Bersenjata saat ini sedang mencegat target udara musuh di wilayah udara Kuwait," ujar Kepala Angkatan Darat Kuwait.

Sementara itu, militer Yordania melaporkan telah menembak jatuh empat rudal Iran di atas wilayah udaranya.

>>> Pemerintah Pusat dan Daerah Terapkan Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah

Seorang sumber resmi dari Staf Umum Yordania mengatakan sistem pertahanan udara berhasil mencegat dan menembak jatuh rudal yang masuk dari Iran pada subuh hari.

Yordania memastikan tidak ada korban luka atau kerusakan properti akibat serangan tersebut.

Serangan Balasan Setelah Aksi AS

Serangan Iran ini merupakan balasan atas aksi militer AS pada Minggu (12/7) yang menyerang sejumlah target di Iran.

Militer AS mengatakan mereka menyerang sistem pertahanan udara, radar pantai, rudal, drone, dan kapal kecil Iran untuk mencegah gangguan di Selat Hormuz.

>>> CORE: Sewa Modal Gadai Berpotensi Lebih Mahal Jika Suku Bunga Tinggi Berlanjut

Serangan AS itu menggunakan pesawat tempur, kapal angkatan laut, serta drone serang satu arah.