Iran kembali melancarkan serangan rudal dan drone ke fasilitas militer Amerika Serikat di sejumlah negara Arab.

Fasilitas militer AS di Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, Qatar, Kuwait, dan Oman menjadi sasaran. Namun, Arab Saudi tidak termasuk dalam target serangan kali ini.

>>> Polda NTT Tunda Pemeriksaan Empat Terlapor Kasus Intimidasi Dokter Icha

Peran Pakistan dalam Melindungi Saudi

Menurut laporan EurAsian Times, Arab Saudi tidak menjadi sasaran karena kerja sama pertahanan erat dengan Pakistan.

Kedua negara baru-baru ini menandatangani Kesepakatan Imbal Balik Pertahanan Strategis. Pakistan juga telah mengerahkan jet tempur dan pesawat pendukung ke Arab Saudi untuk meningkatkan keamanan kerajaan.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mengatakan pihaknya telah mengingatkan Iran tentang pakta pertahanan bersama dengan Arab Saudi.

"Saya memberitahukan pihak Iran tentang perjanjian pertahanan kami.

>>> Respons Kritik Tuchel, Kane Janji Inggris Menggila Lawan Argentina

Pihak Iran mengatakan Arab Saudi harus memastikan bahwa wilayahnya tidak digunakan untuk melawan Iran," kata Ishaq Dar dalam konferensi pers di Islamabad.

Pakistan secara terbuka berkomitmen memperluas pencegahan nuklirnya, yang secara efektif menempatkan Arab Saudi di bawah payung nuklir Pakistan.

Meskipun tidak menjadi sasaran, Arab Saudi tetap mengutuk serangan Iran.

Kementerian Luar Negeri Saudi mengecam pelanggaran hukum internasional dan Piagam PBB melalui serangan berulang Iran terhadap kapal dagang.

>>> Galaxy XR Resmi Dijual di Inggris, Dapatkan Explorer Pack Gratis

Serangan ini merupakan buntut dari serangan AS ke wilayah selatan Iran pekan lalu, terutama sekitar Selat Hormuz. AS menuduh Iran menembaki kapal dagang sekutunya di Selat Hormuz.