Ardita (17), seorang remaja yang selamat dari tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, menceritakan pengalamannya bertahan hidup selama empat hari di tengah laut.

Ia kini masih menjalani perawatan di RSUD KH Hayyung Selayar.

>>> Diet Viking Erling Haaland, Rahasia 'Mesin' Gol Tetap Prima

Ardita mengaku hanya bisa pasrah dan terus beristigfar selama mengapung bersama empat korban lainnya di atas potongan gabus.

"Istigfar saja.

Yang di atas gabus itu anak kecil terus kita yang dorong, sampai ada kapal nelayan menolong," kata Ardita, Selasa (21/7).

Detik-Detik Tenggelamnya KM Nurul Salsa

KM Nurul Salsa tenggelam di perairan Selayar saat berlayar dari Pulau Jampea pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA.

Di tengah perjalanan, kapal mengalami gangguan mesin hingga akhirnya tenggelam sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng Selayar.

"Sudah mau tenggelam. Sudah miring.

>>> Detroit Tigers Hadapi Chicago Cubs di Wrigley Field

Jadi saat itu saya langsung loncat ke air dan sempat mendapatkan gabus untuk sebagai pegangan," ungkapnya.

Selama empat hari mengapung, Ardita dan empat korban lainnya hanya mengandalkan gabus tanpa makan dan minum. Cuaca sangat terik dan mereka hanya bisa tidur sebentar.

"Tidak makan, (cuaca) tidak hujan. Kalau tidur pernah tapi hanya sebentar, tidak tahu berapa menit," ujarnya.

Ardita sempat beberapa kali melihat kapal nelayan melintas, namun jaraknya terlalu jauh sehingga teriakan mereka tidak terdengar. Hingga akhirnya ada kapal nelayan yang lewat dan menolong mereka.

"Iya, kapal nelayan. Kan sebelumnya ada enam kapal ikan tapi jauh.

>>> 4 Skill Manusia yang Tak Bisa Digantikan AI, Apa Saja?

Jadi tidak bisa melihat kita. Terus ada kapal nelayan lagi lewat dan ditolong lah kami," katanya.