Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin cepat memicu kekhawatiran banyak orang bahwa mesin akan menggantikan pekerjaan mereka. Namun, ternyata ada sejumlah keahlian manusia yang tidak bisa dimiliki AI.

Marco Iansiti, profesor Harvard Business School, mengatakan bahwa mesin belum mampu menirukan seluruh keahlian manusia. "Kami tidak menganggap AI sebagai sesuatu yang melampaui atau membandingi kecerdasan manusia.

>>> Presiden FIFA Gianni Infantino Didesak Mundur Usai Kekacauan Piala Dunia 2026

Kami memandang AI sekadar sebagai aktivitas komputer untuk menjalankan tugas atau proses sederhana yang dulunya dikerjakan oleh manusia," ujarnya, melansir laman resmi Harvard Business School, Selasa (21/7).

Menurutnya, ada beberapa skill krusial yang tetap menjadi ciri khas manusia dan sulit dilakukan AI secara efektif.

Mengembangkan kemampuan ini dapat membantu membangun ketahanan karier serta memperkuat nilai jual di lingkungan kerja berbasis AI.

4 Skill Manusia yang Tak Bisa Dimiliki AI

Walau AI mampu menyelesaikan berbagai tugas lebih cepat dan dalam skala lebih besar, teknologi ini sering kewalahan saat dihadapkan pada situasi yang membutuhkan pertimbangan, koneksi emosional, dan penafsiran khas manusia.

Berikut adalah daftar skill manusia yang tak bisa digantikan AI.

Kecerdasan Emosional

AI generatif memang dapat membuat teks, gambar, video, hingga suara yang terdengar sangat mirip manusia.

Namun, AI tidak memiliki kecerdasan emosional, yaitu kemampuan untuk merasakan empati, membangun rasa percaya, dan menjalin hubungan yang tulus.

Manusia tetap jauh lebih unggul dalam peran yang membutuhkan kemampuan membangun dan menjaga rasa percaya, mengelola konflik, serta memahami motivasi kompleks di balik perilaku seseorang.

Meski tidak dimiliki secara alami oleh semua orang, kecerdasan emosional dapat diasah melalui kesadaran diri, empati, dan refleksi.