Ustadz Hilmi Firdausi menyoroti pengunduran diri Nanik Sudaryati Deyang dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Nanik baru dilantik pada 8 Juni 2026 dan hanya menjabat selama 45 hari.

>>> Charlize Theron Akui Salah Fokus karena Terus Menatap Tubuh Matt Damon di The Odyssey

Hilmi menduga mundurnya Nanik menjadi indikasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bermasalah serius. Program ini menghabiskan sekitar Rp1,2 triliun per hari.

"Nanik S Deyang mundur dari kepala BGN pdhal blm lama dilantik.

Kita patut menduga memang program MBG ini kerusakannya sudah sangat parah," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (22/7).

Ia menyarankan pemerintah menghentikan sementara program MBG dan melakukan evaluasi total. Hilmi juga mengusulkan agar bantuan dialihkan hanya kepada pihak yang benar-benar membutuhkan.

Menurutnya, langkah itu bisa menghemat ratusan triliun rupiah.

"Logika sederhana, makan siang sekali itu tidak akan berdampak apa-apa, apalagi makanan yang tidak proper karena pengusaha kebanyakan ambil untung," ujarnya.

>>> 57% Warga Indonesia Simpan Data KTP di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko

Ia menambahkan bahwa kenaikan harga bahan pokok akibat MBG berimbas pada semua keluarga. "Ayolah Pak Presiden, dengarkan rakyatmu..

," tandasnya.

Sebelumnya, Nanik resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BGN pada Rabu (22/7/2026).

Nanik menyatakan mundur karena harus fokus menjalani pengobatan penyakit jantung dan segera berangkat ke luar negeri.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit bapak presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya, rencananya hari ini, saya berangkat," ungkap Nanik.

>>> Penjualan LCGC Anjlok 18,4% di Semester I 2026, Tergerus Mobil Listrik Murah

Informasi ini dikonfirmasi melalui unggahan media sosial Asisten Presiden serta akun Facebook pribadi Nanik. Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pengunduran diri tersebut karena prihatin dengan kondisi kesehatannya.