57% Warga Indonesia Simpan Data KTP di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko
Survei terbaru Kaspersky mengungkap bahwa 57 persen warga Indonesia menyimpan data pribadi seperti KTP, paspor, asuransi, hingga tiket perjalanan di smartphone mereka.
Selain itu, 47 persen responden juga menyimpan kata sandi dan informasi login di perangkat, sementara 45 persen lainnya menyimpan catatan, riwayat belanja, dan alamat pengiriman.
>>> Penjualan LCGC Anjlok 18,4% di Semester I 2026, Tergerus Mobil Listrik Murah
Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengandalkan ponsel sebagai pusat penyimpanan data sensitif.
Smartphone: Pusat Aktivitas Digital yang Rentan
Menurut Anton Kivva, pakar keamanan siber Kaspersky, ponsel pintar kini berfungsi sebagai asisten lengkap yang menyentuh setiap aspek kehidupan.
Data yang dipercayakan kepada perangkat jauh melampaui foto, nomor telepon, atau pesan teks.
Managing Director Asia Pacific Kaspersky, Adrian Hia, menambahkan bahwa smartphone telah berkembang menjadi pusat aktivitas digital, mulai dari pekerjaan, transaksi keuangan, hingga penggunaan layanan berbasis AI.
Namun di sisi lain, smartphone masih rentan terhadap serangan dan kebocoran data.
Semakin banyak aspek kehidupan yang menyatu pada satu perangkat, semakin besar dampak jika perangkat hilang atau diretas.
>>> DPR Sahkan UU Pusat Finansial Internasional Indonesia, Ini Tujuannya
Rekomendasi Perlindungan Data dari Kaspersky
Kaspersky mengingatkan pengguna untuk tidak hanya bertumpu pada smartphone sebagai satu-satunya tempat penyimpanan data penting.
Salah satu langkah yang disarankan adalah memanfaatkan password manager atau penyimpanan yang lebih aman untuk dokumen sensitif.
Pengguna juga disarankan memasang solusi keamanan siber di perangkat seluler untuk mendeteksi aplikasi berbahaya, mencegah phishing, serta melindungi data pribadi dari ancaman digital.
Selain itu, penting memiliki rencana cadangan jika ponsel hilang atau dicuri, seperti mengaktifkan fitur pelacak perangkat, melakukan pencadangan otomatis, mengaktifkan penguncian layar instan, dan menjaga keamanan fisik perangkat di tempat umum.
Anton menekankan bahwa banyak orang meremehkan seberapa banyak informasi berharga yang tersimpan di perangkat seluler dan seberapa rentan data tersebut.
>>> Batuk Tak Kunjung Sembuh? Waspada Bisa Jadi Gejala GERD
Adrian menutup bahwa keamanan siber seluler saat ini bukan hanya tentang melindungi ponsel, tetapi juga melindungi kehidupan digital yang dibawa setiap hari.
Update Terbaru
AS Minta Kekebalan Hukum untuk Presiden Venezuela Delcy Rodriguez
Rabu / 22-07-2026, 13:14 WIB
Polisi Tanggapi Insiden Keamanan di Rumah Sakit St. Jude
Rabu / 22-07-2026, 13:14 WIB
Jason Robertson Teken Kontrak Satu Tahun dengan Dallas Stars
Rabu / 22-07-2026, 13:14 WIB
Kisah Ardita, 4 Hari Bertahan Hidup di Laut dengan Pegangan Gabus
Rabu / 22-07-2026, 13:14 WIB
Diet Viking Erling Haaland, Rahasia 'Mesin' Gol Tetap Prima
Rabu / 22-07-2026, 13:14 WIB
Detroit Tigers Hadapi Chicago Cubs di Wrigley Field
Rabu / 22-07-2026, 13:10 WIB
4 Skill Manusia yang Tak Bisa Digantikan AI, Apa Saja?
Rabu / 22-07-2026, 13:10 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino Didesak Mundur Usai Kekacauan Piala Dunia 2026
Rabu / 22-07-2026, 13:10 WIB
Dallas Stars Ikat Jason Robertson dengan Kontrak Satu Tahun Senilai $12 Juta
Rabu / 22-07-2026, 13:08 WIB
Dallas Stars Perpanjang Kontrak Jason Robertson Satu Tahun Senilai $12 Juta
Rabu / 22-07-2026, 13:08 WIB
Zack Wheeler Jual Penthouse Soho Rekor 26 Juta Dolar
Rabu / 22-07-2026, 13:07 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mundur karena Kesehatan
Rabu / 22-07-2026, 13:07 WIB
Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Pakan Satwa
Rabu / 22-07-2026, 13:07 WIB
Alasan Nanik S Deyang Mundur sebagai Kepala BGN
Rabu / 22-07-2026, 13:07 WIB







