Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang resmi mundur dari jabatannya. Pengumuman itu disampaikan melalui akun Facebook pribadinya pada Rabu (22/7).

Alasan pengunduran diri adalah masalah kesehatan. Nanik mengaku pamit kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri.

>>> Wali Kota NYC Akui Tak Punya Kewenangan Hukum Tangkap Netanyahu

"Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya," tulis Nanik.

Presiden pun menyetujui karena prihatin dengan kondisinya.

Meski mundur, Nanik diminta tetap mengawasi BGN. Presiden disebut akan membentuk dewan pengawas dan Nanik diminta menjadi ketuanya.

"Kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut," tulisnya dengan emoticon tertawa.

Pernyataan Lengkap Nanik S Deyang

Nanik menjelaskan bahwa keputusan berobat ke luar negeri bukan karena tidak percaya pada dokter Indonesia, melainkan untuk second opinion.

Ia berangkat pada hari Rabu (22/7).

Ia menegaskan tetap mendukung Presiden Prabowo dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, MBG bukan program politis, melainkan intervensi gizi untuk anak-anak.

"Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD, tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos," ujarnya.

>>> Badai Tropis Bertha Ancam Pantai Teluk dengan Hujan dan Banjir

Nanik juga menyebut efek ganda MBG menggerakkan ekonomi masyarakat. Saat libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil panen tidak terserap.

Selama menjabat, Nanik mengaku telah meletakkan dasar perbaikan program MBG. Ia mengganti lima eselon I dari berbagai kementerian/lembaga, yaitu Kemenkes, Kemendikdasmen, Kemenkeu, BPKP, dan Kejaksaan.