DPR menyetujui hibah Giuseppe Garibaldi, kapal induk hasil hibah dari Italia. Kapal ini bakal menjadi kapal induk pertama milik Indonesia.

Persetujuan ini diambil dalam rapat paripurna pada Selasa (21/7).

>>> Miami Heat Klarifikasi Video LeBron James yang Tidak Sengaja Tayang

Sebelumnya, pemberian hibah itu sudah disetujui dalam rapat antara Komisi I DPR RI dengan Kementerian Pertahanan pada Senin (20/7).

TNI Angkatan Laut sebelumnya menyatakan Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung disiapkan sebagai tempat berlabuh dan bersandar kapal induk tersebut.

Awal Mula Perancangan

Giuseppe Garibaldi merupakan salah satu dari dua kapal induk yang dimiliki Angkatan Laut Italia. Kapal ini mencetak sejarah sebagai kapal penerbangan bergeladak penuh pertama yang dibangun untuk Italia.

Kapal dirancang dengan kemampuan lepas landas jarak pendek dan pendaratan vertikal (STOVL).

Meski fitur ini membatasi jenis pesawat yang bisa dibawa, Garibaldi tetap mampu mengangkut berbagai helikopter untuk misi serbu.

Sepanjang masa tugasnya, kapal ini sudah terlibat dalam berbagai operasi udara tempur di Somalia, Kosovo, Afghanistan, dan Libya.

Program pembuatan kapal ini berawal pada tahun 1970. Pembangunannya kemudian direncanakan dalam Undang-undang Angkatan Laut tahun 1975.

Rancangan awal kapal ini awalnya hanya menyertakan geladak datar khas kapal induk helikopter. Perusahaan galangan kapal Italcantieri memenangkan kontes desain ini mengalahkan proposal dari Breda.

Usai setahun mematangkan konsep, staf Angkatan Laut Italia resmi memesan kapal tersebut pada 21 November 1977. Kontrak pengerjaan dimulai pada 20 Februari 1978.

Setahun berselang, diputuskan bahwa kapal ini akan menggunakan geladak penuh alih-alih berdesain hybrid cruiser.

Pembangunan kapal dilakukan di fasilitas galangan kapal Monfalcone.

Pemotongan lempeng baja pertama dimulai pada 28 April 1980, diikuti oleh perakitan blok pertama pada 9 September tahun yang sama.