PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan laba bersih yang lebih tinggi pada semester I-2026, meskipun pendapatan mengalami penurunan.

Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan di Bursa Efek Indonesia, laba bersih ADHI mencapai Rp8,49 miliar hingga akhir Juni 2026.

>>> BEI Pantau Keras Saham JELI Akibat Anjlok Parah

Angka itu meningkat 12,59% dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp7,54 miliar. Laba per saham dasar juga naik menjadi Rp1,01 dari sebelumnya Rp0,90.

Di sisi lain, pendapatan usaha tercatat sebesar Rp3,11 triliun, turun 18,37% dari Rp3,81 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Efisiensi Beban Dorong Kinerja

Meski pendapatan menurun, perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp2,41 triliun dari sebelumnya Rp3,24 triliun.

Efisiensi tersebut mendorong laba kotor meningkat menjadi Rp700,42 miliar, lebih tinggi dibandingkan Rp572,87 miliar pada semester I-2025.

Dari sisi operasional, laba usaha melonjak signifikan menjadi Rp316,17 miliar, dibandingkan Rp188,85 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

>>> 45 Hari di BGN, Nanik Mundur: MBG Harus Dievaluasi Total

Kontribusi dari ventura bersama juga meningkat menjadi Rp188,40 miliar dari sebelumnya Rp186,23 miliar.

Namun, kinerja perusahaan masih dibayangi oleh meningkatnya beban keuangan yang naik menjadi Rp349,16 miliar.

Selain itu, rugi dari entitas asosiasi membengkak menjadi Rp23,92 miliar, dibandingkan hanya Rp3,36 miliar pada tahun sebelumnya.

Pendapatan lain-lain juga berbalik menjadi beban sebesar Rp35,83 miliar, setelah pada semester I-2025 masih mencatatkan surplus Rp75,24 miliar.

Total aset ADHI per akhir Juni 2026 tercatat sebesar Rp27,52 triliun, turun dari posisi akhir 2025 yang mencapai Rp28,79 triliun.

>>> Charlize Theron Akui Salah Fokus karena Terus Menatap Tubuh Matt Damon di The Odyssey

Total liabilitas berkurang menjadi Rp24,21 triliun dari sebelumnya Rp25,49 triliun. Sementara ekuitas meningkat tipis menjadi Rp3,31 triliun dibandingkan Rp3,29 triliun pada akhir tahun lalu.