PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1 triliun pada semester I-2026.

Angka ini meningkat sekitar 51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp662,3 miliar.

>>> Trump Minta FIFA Segera Tunjuk AS Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Lagi

Kenaikan penjualan tersebut mendorong laba bruto menjadi Rp622 miliar, naik 52% secara tahunan dari Rp409,2 miliar pada semester I-2025.

Perseroan mampu menjaga profitabilitas meskipun beban pokok penjualan meningkat seiring ekspansi.

Laba bersih FORE pada semester I-2026 mencapai Rp56,4 miliar, meningkat 34,29% dibandingkan Rp42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba per saham juga naik menjadi Rp6,33 dari sebelumnya Rp5,58.

Ekspansi Gerai dan Belanja Modal

Pertumbuhan kinerja ditopang oleh strategi ekspansi gerai yang berlanjut sepanjang paruh pertama tahun ini. Perseroan meningkatkan belanja modal untuk memperluas kapasitas operasional dan memperkuat jaringan bisnis.

Hingga akhir Juni 2026, nilai belanja modal FORE mencapai Rp115,36 miliar, melonjak 86,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

>>> Hari Ini Terakhir Daftar Wellnest Festival Vol 2 2026, Jangan Terlewat

Sebagian besar dana digunakan untuk penambahan aset tetap senilai Rp107,63 miliar, termasuk pembukaan gerai baru dan pengembangan fasilitas operasional.

Total aset perseroan meningkat 8,53% menjadi Rp1,25 triliun dari posisi akhir 2025 sebesar Rp1,16 triliun.

Aset tersebut terdiri dari aset lancar Rp462,99 miliar dan aset tidak lancar Rp796,37 miliar.

Total liabilitas naik 8,78% menjadi Rp521,6 miliar dibandingkan Rp479,5 miliar pada akhir tahun lalu.

Sementara itu, ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp737,6 miliar, tumbuh 8,39% dari Rp680,5 miliar.

Dari sisi likuiditas, FORE mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasional sebesar Rp156,39 miliar, meningkat hampir 20% dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp130,7 miliar.

>>> Modus Pelecehan Seksual di Grup Chat Unesa, Ada Konten AI Tak Etis

Penerimaan kas dari pelanggan mencapai Rp1,01 triliun, mencerminkan pertumbuhan aktivitas penjualan.