Burberry Catat Pertumbuhan Kembali, Konflik Timur Tengah Masih Tekan Penjualan Eropa

Burberry mengumumkan rencana pemulihannya mulai membuahkan hasil, meskipun konflik Timur Tengah masih membebani belanja konsumen Eropa.
CEO Joshua Schulman, yang memimpin pemulihan sejak bergabung dua tahun lalu, mengatakan peningkatan penjualan kuartalan menunjukkan 'strategi berhasil'.
>>> Aktivitas Bisnis Indonesia Menguat di Kuartal II 2026
Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, Burberry mencatat pertumbuhan di semua divisi, termasuk Womenswear, Menswear, Aksesori, dan Pakaian Anak.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kinerja unggul produk outerwear, terutama jas hujan ikonik merek tersebut.
Rumah mode asal Inggris ini melaporkan pertumbuhan penjualan komparabel sebesar 5 persen menjadi £455 juta dalam 13 pekan hingga 27 Juni.
Penjualan di China naik 9 persen setelah menarik pelanggan baru dari generasi Z, sementara penjualan di Amerika tumbuh 12 persen.
Kampanye 'The Trench Portraits of an Icon' yang diluncurkan pada Maret untuk merayakan ulang tahun ke-170 Burberry turut mendorong hasil positif.
Kampanye tersebut menampilkan selebritas seperti pemain sepak bola Eberechi Eze, aktor Jonathan Bailey, dan model Kate Moss.
Burberry mencatat peningkatan 19 persen pelanggan baru untuk produk rainwear setelah kampanye, serta permintaan kuat untuk syal dan produk outerwear andalan.
>>> Gary Neville Kritik Taktik Tuchel dan Komentar soal DNA Inggris
Penjualan tas tangan wanita juga kembali tumbuh, membantu mengimbangi penurunan 3 persen di divisi Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.
Konflik AS-Iran terus mengganggu belanja turis, mengurangi kunjungan ke pusat perbelanjaan Eropa seperti Paris dan mal-mal mewah di Dubai.
Perusahaan yang terdaftar di FTSE 100 ini mengatakan pihaknya 'waspada' terhadap dampak perang dan kondisi ekonomi makro terhadap kepercayaan konsumen.
Saham Burberry turun 3,96 persen menjadi 1.076p pada perdagangan awal, mencerminkan keraguan sebagian investor terhadap pemulihan.
Richard Hunter, kepala pasar di Interactive Investor, mengatakan penurunan saham menunjukkan masih ada yang belum yakin dengan turnaround.
Namun, jika momentum terus berlanjut seperti beberapa pembaruan terakhir, tekanan naik pada konsensus pasar yang saat ini 'hold' akan meningkat.
Sebelumnya, Schulman mendapat tekanan dari pemegang saham dalam rapat umum tahunan Burberry pekan ini.
>>> Justin Hubner Jadi Kunci Ole Romeny Pilih Fortuna Sittard
Sebanyak 35 persen suara menentang bonus besar £12,2 juta untuk Schulman, menunjukkan adanya pemberontakan investor atas kebijakan kompensasi.
Update Terbaru
Wang Zhiyi Kalahkan Putri Kusuma Wardani di Perempat Final Japan Open 2026
Jumat / 17-07-2026, 19:36 WIB
Craig Melvin Bicara soal Penyusup 'TODAY' Show Sehari Setelah Insiden
Jumat / 17-07-2026, 19:35 WIB
Hasil SEA V Cup: Indonesia Gebuk Filipina 3-0, Lolos ke Semifinal
Jumat / 17-07-2026, 19:35 WIB
Prabowo Sindir Ramalan Indonesia Collapse: Ini Udah Juli
Jumat / 17-07-2026, 19:35 WIB
Update KM Nurul Salsa Tenggelam: 78 Penumpang, 25 Masih Hilang
Jumat / 17-07-2026, 19:35 WIB
Fans Inggris Murka, Enzo Fernandez Hapus Unggahan yang Diduga Sindiran Piala Dunia
Jumat / 17-07-2026, 19:35 WIB
BRIN Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Akurasi Penilaian Varietas Cabai
Jumat / 17-07-2026, 19:35 WIB
Trump Pastikan Hadiri Final Piala Dunia 2026
Jumat / 17-07-2026, 19:33 WIB
Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Bekas Tambang hingga Maret 2026
Jumat / 17-07-2026, 19:33 WIB
Guardiola Sebut 3 Pemain Kunci Spanyol untuk Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026
Jumat / 17-07-2026, 19:33 WIB
Frans Putros Hengkang, Pelatih Persib Hormati Keputusan Pemain
Jumat / 17-07-2026, 19:28 WIB
Madura United Resmi Datangkan Bek Tengah Vava Mario Yagalo
Jumat / 17-07-2026, 19:28 WIB
Nano Machine Chapter 322: Jadwal Rilis, Spoiler, dan Tempat Baca
Jumat / 17-07-2026, 19:28 WIB
Prabowo: Yang Bilang Beras Mahal, Suruh Tanam Padi Sendiri
Jumat / 17-07-2026, 19:28 WIB







