Pengembang game independen Hamma Studios baru saja merayakan pencapaian besar.

Game strategi auto-battler RPG buatannya, Dwarves: Glory, Death and Loot, telah terjual lebih dari 300.000 kopi di Steam, Nintendo Switch, Android, dan iOS.

>>> Red Velvet Hadirkan Kembali "Level Up Project" Season 6 Sambut Comeback Musim Panas

Pencapaian ini menandai transformasi dari sekadar proyek hobi menjadi karier penuh waktu.

Dalam unggahan di Reddit, sang pengembang menulis, "Prototipe itu menjadi Dwarves: Glory, Death and Loot dan kini telah terjual 300.000+ kopi, benar-benar mengubah hidup saya."

Penghasilan Bersih Tak Sebesar yang Dibayangkan

Meski angka penjualan terbilang impresif untuk game indie, Hamma Studios menjelaskan bahwa pendapatan akhir jauh lebih rendah dari perkiraan banyak orang.

Setelah dipotong pajak, bagi hasil Steam, potongan penerbit, dan biaya operasional lainnya, kesuksesan komersial game ini tidak menjadikannya seorang jutawan.

Meski begitu, sisa pendapatan yang ada sudah cukup untuk menjalani pengembangan game sebagai profesi penuh waktu secara nyaman.

Hal ini menunjukkan bahwa game indie yang sukses dapat memberikan stabilitas karier jangka panjang, meskipun angka penjualan kotor tidak mencerminkan keseluruhan cerita keuangan.

>>> Sunoo ENHYPEN Absen dari Konser BLOOD SAGA di Mexico City

Game RPG strategi indie ini berawal sebagai proyek hobi sebelum menjadi karier penuh waktu bagi pengembang solonya.

Sang pengembang juga mendorong para kreator pemula untuk tidak menyerah, mengingat proyek ini dimulai sebagai prototipe sederhana yang dibagikan di Itch.

io pada tahun 2022.

Saat itu, demo hanya mendapat lebih dari seribu kali main, tetapi respons positif mendorong pengembangan lebih lanjut.

Dirilis penuh awal tahun ini, Dwarves: Glory, Death and Loot mendapat sambutan "Sangat Positif" di Steam dengan ribuan ulasan pemain yang memuji gameplay strategis dan nilai replay-nya.

Menurut perkiraan SteamDB, Steam menyumbang lebih dari setengah total penjualan game, membantu menjadikannya salah satu kisah sukses indie tahun ini.

>>> Netflix Amankan Hak Streaming The Hunger Games Setelah Lisensi Hulu Berakhir

Bagi Hamma Studios, pelajaran terbesar bukanlah angka pendapatan, melainkan ketekunan di baliknya. Seperti yang disimpulkan sang pengembang, "Sepertinya bagian terpenting adalah jangan pernah menyerah."