Lebih dari 200 ekonom, peneliti, dan eksekutif industri, termasuk 16 peraih Nobel, menandatangani surat peringatan mendesak tentang dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap ekonomi global.

Surat berjudul "We Must Act Now" itu memprediksi AI bisa menjadi jauh lebih kuat dalam sepuluh tahun ke depan.

>>> FromSoftware Umumkan Uji Jaringan Tertutup The Duskbloods Bulan Depan

Percepatan kemampuan teknologi ini disebut dapat mendorong transformasi ekonomi yang lebih besar dari Revolusi Industri, namun terjadi dalam waktu yang jauh lebih singkat.

Para penandatangan memperingatkan risiko "perpindahan pekerjaan skala besar," meskipun ada juga peluang peningkatan taraf hidup.

Namun, risiko maupun manfaat AI tidak dapat dimanfaatkan jika para pemimpin di bidang kebijakan, pemerintahan, dan industri tidak bertindak cepat.

Surat tersebut menyerukan para ekonom, pembuat kebijakan, dan pemimpin teknologi untuk segera memahami ekonomi AI transformatif.

Mereka juga perlu membangun insentif, pagar pengaman, dan institusi yang mengarahkan AI agar melengkapi manusia dan bermanfaat bagi masyarakat.

Penandatangan termasuk profesor MIT peraih Nobel Daron Acemoglu dan Simon Johnson, ekonom NYU Michael Spence, mantan CEO Google Eric Schmidt, mantan peneliti OpenAI Zoë Hitzig, CFO OpenAI Sarah Friar, dan salah satu pendiri Anthropic Jack Clark.

Meskipun banyak nama besar, surat itu tidak mengusulkan solusi konkret, melainkan kampanye kesadaran umum tentang skala masalah.

>>> Assassin's Creed Black Flag Resynced Dapatkan New Game Plus, Direktur Janji Sedang Dikerjakan

Yang menonjol adalah keragaman intelektual para penandatangan, dari optimis AI hingga skeptis yang meragukan kemampuan AI mengubah tenaga kerja.

Erik Brynjolfsson, ekonom Stanford yang membantu mengorganisir pernyataan itu, mengatakan masih ada kesenjangan besar dan khawatir tidak siap menghadapi "tsunami yang akan datang."