Perdebatan tentang kemungkinan kecerdasan buatan (AI) mencapai kesadaran kembali mencuat.

Kali ini, perusahaan frontier AI Anthropic merilis penelitian yang mengklaim menemukan tanda-tanda kesadaran pada model bahasa mereka, Claude.

>>> Wuling Jual Aira EV dan Air EV Bersamaan, Tak Khawatir Kanibalisme

Meski tidak menyatakan Claude sadar seperti manusia, temuan ini memicu diskusi hangat di kalangan ilmuwan dan publik.

Bahkan Richard Dawkins, ahli biologi evolusioner terkemuka, baru-baru ini menyimpulkan bahwa Claude pasti sadar karena kecanggihan kemampuannya dalam bercakap.

Apa yang Ditemukan Peneliti?

Penelitian yang dipimpin Jack Lindsey mengembangkan metode baru untuk mengamati aktivitas statistik antara input dan output model.

Mereka menemukan semacam "ruang kerja mental" yang muncul secara spontan di dalam Claude.

Ruang kerja ini berisi kata dan frasa yang relevan dengan percakapan, menyimpan item dalam memori jangka pendek, dan menunjukkan selektivitas terhadap tugas yang sedang dikerjakan.

Temuan ini mirip dengan salah satu teori kesadaran manusia terkemuka: global workspace theory.

Teori yang diperkenalkan Bernard Baars pada 1980-an dan dikembangkan Stanislas Dehaene ini menyatakan bahwa pengalaman sadar terjadi ketika informasi tersedia secara luas ke bagian otak lain.

Kesadaran vs Kecerdasan

Untuk menilai apakah "ruang kerja" dalam Claude merupakan bukti kesadaran, kita perlu mendefinisikan kesadaran itu sendiri.

Filsuf Thomas Nagel berargumen bahwa bagi organisme sadar, "ada sesuatu yang dirasakan seperti menjadi organisme itu".

Kesadaran adalah pengalaman apa pun: sakit gigi, rasa cemburu, atau kenikmatan makan es krim. Konsekuensi pentingnya, kesadaran berbeda dari kecerdasan.

Kecerdasan berkaitan dengan melakukan fungsi, sedangkan kesadaran tentang perasaan dan keberadaan.

Kesalahan umum adalah menganggap tanda kecerdasan sebagai bukti kesadaran. Meskipun pada manusia keduanya berjalan bersama, belum tentu demikian secara umum.