Google Gemini Tumbuh Dua Kali Lipat di Asia Tenggara, Indonesia Hasilkan 9 Juta Gambar AI per Hari
Google mengumumkan bahwa jumlah pengguna aktif aplikasi Gemini di Asia Tenggara meningkat lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir.
Laporan bertajuk Gemini Report: Southeast Asia 2026 yang dirilis pada 15 Juli 2026 menunjukkan kawasan ini menjadi salah satu wilayah dengan adopsi Gemini tercepat.
Secara global, Gemini kini digunakan oleh sekitar 900 juta pengguna aktif bulanan. Di Asia Tenggara, aplikasi ini menjadi asisten AI paling populer di Indonesia, Thailand, dan Vietnam.
Indonesia menonjol sebagai pemimpin regional dalam pemanfaatan teknologi multimodal. Setiap hari, pengguna di Indonesia menciptakan sekitar 9 juta gambar berbasis kecerdasan buatan.
Bahasa Lokal Jadi Kunci Pertumbuhan
Hampir 70 persen interaksi pengguna dengan Gemini di Asia Tenggara dilakukan menggunakan bahasa asli masing-masing negara.
Vietnam mencatat penggunaan bahasa lokal tertinggi sebesar 89 persen, disusul Thailand 87 persen, dan Indonesia 84 persen.
>>> 17 Kode Redeem Free Fire Aktif 15 Juli 2026, Klaim Skin dan Bundle Eksklusif
Vice President for Southeast Asia and South Asia Frontier Google, Sapna Chadha, mengatakan keberhasilan Gemini di kawasan ini karena kemampuannya beradaptasi dengan kebiasaan masyarakat setempat.
"Masyarakat tidak hanya beradaptasi dengan Gemini, mereka menggunakannya dengan cara mereka sendiri, dalam modalitas yang mereka sukai, dalam bahasa yang mereka gunakan," ujar Sapna Chadha dalam keterangan resminya.
Berdasarkan evaluasi Southeast Asia Holistic Evaluation of Language Models (SEA-HELM) yang dikembangkan AI Singapore, Gemini dinilai sebagai large language model dengan performa terbaik untuk bahasa-bahasa Asia Tenggara.
Sapna menambahkan bahwa AI kini telah berevolusi dari teknologi eksperimental menjadi bagian penting dari produktivitas masyarakat.
>>> AI Live Shopping dan Social Commerce Ubah Industri Kopi Indonesia, Sakha Coffee Perluas Pasar
"Gemini bukan lagi alat untuk masa depan, melainkan pendamping tak terpisahkan yang telah membentuk cara kita bekerja, belajar, dan hidup saat ini," jelasnya.
Update Terbaru
Krisis Ekonomi di Afghanistan: Keluarga Jual Anak Perempuan sebagai Pengantin Anak
Rabu / 15-07-2026, 15:09 WIB
Masa Depan Turnamen Mayor Golf: Jadwal Padat dan Seruan Globalisasi
Rabu / 15-07-2026, 15:09 WIB
S&P Pertahankan Rating Indonesia di Level BBB, OJK: Fundamental Ekonomi Tetap Kokoh
Rabu / 15-07-2026, 15:09 WIB
TUKS Petrokimia Gresik Raih Penghargaan Pelabuhan Terbaik Nasional
Rabu / 15-07-2026, 15:09 WIB
Riset Indonesia Unggul di Kesehatan dan Teknologi, Lemah di Isu Ketimpangan dan Gender
Rabu / 15-07-2026, 15:08 WIB
Indonesia Perkuat Pasokan dan Distribusi untuk Kendalikan Inflasi
Rabu / 15-07-2026, 15:08 WIB
Drama Pengasuhan Anak: Ruben Onsu Tegas Tegur Giorgio Antonio, Ingatkan Batas Peran Sebagai Pacar Sarwendah
Rabu / 15-07-2026, 15:07 WIB
Bas Nijhuis Tahan Air Mata Kenang Rob Dieperink: Tragedi Sang Wasit Muda dan Dampak Mematikan dari Tuduhan Palsu
Rabu / 15-07-2026, 15:03 WIB
Siapa Anak dan Istri Kombes Pol Hariyanto? Kapolresta Lombok Tengah yang Baru dan Siap Hadapi Kasus 3 Santri Dibakar
Rabu / 15-07-2026, 15:02 WIB
Sinopsis Ip Man: Kung Fu Master di Bioskop Trans TV Hari ini 15 Juli 2026
Rabu / 15-07-2026, 14:53 WIB
Profil Icha Chellow: Dari Penari Sound Horeg hingga Terjerat Kasus Hukum Gegara Lirik Lagu Vulgar Anisa Bahar
Rabu / 15-07-2026, 14:51 WIB
7 Tanda Red Flag pada Chat yang Sering Diabaikan saat Kenal Sosok Baru
Rabu / 15-07-2026, 14:49 WIB







